Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari 2018

Iswahyudi    •    Selasa, 21 Nov 2017 12:41 WIB
cuaca ekstremmusim hujan
Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari 2018
Ilustrasi -- MI/Rommy Pujianto

Kendal: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, puncak musim hujan di Jawa Tengah terjadi pada Januari 2018. Warga diimbau waspada dengan bencana banjir dan longsor saat puncak musim hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo mengatakan pihaknya akan mendirikan posko banjir dan longsor. "Kami juga berkoordinasi dengan para kepala desa. Jika nanti terjadi pergeseran atau limpasan air, mereka harus segera menginformasikannya kepada kami," kata dia di Kendal, Jawa Tengah, Senin, 20 November 2017.

Sejumlah perelatan pendukung pun telah disiapkan, seperti perahu karet, pompa sedot air, dan kebutuhan logistik bagi pengungsi. Seluruh personel BPBD juga diminta siap jika sewaktu-waktu ada keadaan darurat.

Sekretaris Daerah Kendal Moh. Toha menyatakan mendukung segala upaya BPBD untuk mengantisipasi bencana. "Namun, kami berharap tidak ada bencana," pungkasnya.

(Baca: BPBD Diminta Siap Siaga Jelang Puncak Musim Hujan)

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut beberapa gubernur telah mengeluarkan surat siaga darurat menghadapi bencana banjir dan longsor yang mungkin akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Curah hujan yang terus naik akan meningkatkan potensi rawan bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Dia pun meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir seperti dataran rendah di bantaran sungai atau tempat pertemuan sungai untuk lebih waspada terhadap potensi banjir. Sedangkan, wilayah longsor diprediksi akan terjadi di sebagian daerah perbukitan atau lereng pegungan seperti di Sumatera memanjang dari Aceh sampai Lampung dan sepanjang bukit barisan.

Sementara, di wilayah Jawa yang berpotensi longsor berada di wilayah Jawa bagian tengah hingga selatan. Masyarakat yang tinggal di daerah tebing atau lereng yang rawan longsor pun diimbau agar waspada sebab masih banyak dari mereka yang kemampuan mitigasinya minim.


(NIN)