Calon Kepala Daerah Diminta Laporkan Akun Medsos

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 05 Jan 2018 16:30 WIB
pilkada 2018
Calon Kepala Daerah Diminta Laporkan Akun Medsos
Ilustrasi sosial media, Medcom.id - M Rizal

Semarang: KPU Jawa Tengah meminta tim sukses pasangan calon kepala daerah mendaftarkan akun media sosial masing-masing sebelum masa kampanye. Itu bertujuan mengantisipasi kampanye hitam yang menyulut kebencian dan isu suku agama ras serta antargolongan (SARA) di media sosial.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan akan mengontrol dan mengawasi akun tersebut. Warga pun dapat terlibat memantau kampanye melalui akun media sosial dengan menyertakan tanda pagar atau hastag #satgasAntiBlackCampaignJawatengah.

"Tapi sampai saat ini, belum ada akun yang didaftarkan. Mungkin nanti sekalian saat pendaftaran pasangan calon. Kami juga meminta pasangan calon mendaftarkan akun resmi mereka ke KPU," ujar Joko di Semarang, Jumat, 5 Januari 2018.

Joko mengingatkan pendaftaran dimulai pada 8 sampai dengan 10 Januari 2018. Sedangkan kampanye digelar pada 15 Februari 2018.

"Ketika tidak dilaporkan maka bukan kewenangan KPU, kalau ada masalah penindakannya ke Undang Undang ITE yaitu petugas polisi. Kalau yang terdaftar akan kami laporkan ke bawaslu dan panwaslu," tegasnya.
 
Bawaslu Provinsi Jateng juga menegaskan akan mengawasi paslon, tim sukses, dan penyelenggara Pilkada. 

"Kepada penyelenggara jangan main-main masalah netralitas, karena akan kami awasi semua. Kami netralitas harga mati," terang Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah Fajar Saka. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan bila menemukan postingan di media sosial tentang ujaran kebencian, SARA, dan kampanye hitam. 

"Kami bentuk Satgas Anti Black Campaign, silakan warga mengirim ke satgas melalui media sosialnya dengan hastag #satgasAntiBlackCampaignJawatengah satgas kita akan langsung telusuri dan proses sesuai undang-undangnya," katanya.



(RRN)