Air Mancur Menari dan Ribuan Lampion Pukau Pengunjung TSTJ Solo

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 23 Dec 2017 11:12 WIB
natal dan tahun baru
Air Mancur Menari dan Ribuan Lampion Pukau Pengunjung TSTJ Solo
Air mancur menari bertaraf internasional dengan teknologi canggih kini hadir di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah. Medcom.id/Pythag

Solo: Mata Aisya, 6 warga asal Boyolali, Jawa Tengah seolah tak ingin lepas dari pemandangan di hadapannya. Sesekali tangan kanan Aisya menarik ujung baju ibunya.

"Ibu! Lihat, air mancurnya bisa menari," pekik Aisya sembari mengarahkan telunjuknya ke danau, Jumat malam, 22 Desember 2017.

Aisya menjadi salah satu dari ratusan penonton yang antusias menyaksikan keindahan Dancing Fountain atau air mancur menari. Suguhan air mancur bertaraf internasional dengan teknologi canggih itu kini hadir di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah.

Cipratan melalui nozel air bergerak meliuk-liuk mengikuti irama lagu yang diputar. Permainan warna lampu, membuat 'tarian' air mancur di area selebar 18 meter itu semakin memukau. 


Taman Pelangi di TSTJ Solo diwarnai ribuan lampion. Medcom.id/Pythag

Menginjak lagu kedua, air menyembur tipis melalui ujung dua sisi. Tak berselang lama, air mancur memunculkan efek water screen. Pengunjung bisa melihat berbagai video melalui semburan air.

Pada lagu terakhir, enam titik air mancur menyemburkan kobaran api setinggi 4 meter. Disusul semburan air setinggi 30 meter yang sekaligus menutup pertunjukan. Gemuruh tepuk tangan penonton pun terdengar di penghujung atraksi.

Air mancur menari menjadi salah satu objek wisata baru jujugan warga Kota Solo dan kabupaten sekitarnya menghabiskan libur panjang Natal dan Tahun Baru 2018. Atraksi air mancur menari hanya berlangsung pada jam-jam tertentu.

Yakni pukul 19.00 WIB, 20.00 WIB dan 21.00 WIB setiap harinya. Setiap sesi menampilkan tarian air mancur berdurasi kurang lebih 10 menit dengan aneka iringan lagu. 


Air mancur menari

Sembari menunggu jam atraksi air mancur, pengunjung TSTJ dimanjakan dengan warna-warni lampion di zona taman pelangi. Jumlahnya, tak kurang dari seribu lampion.

Lampion tertinggi, berukuran mencapai 10 meter. Tak kalah menarik, lampion berbentuk aneka flora dan fauna yang kerap dijadikan objek berswafoto.

Taman pelangi dan air mancur menari secara resmi dibuka oleh Wali Kota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo pada Jumat siang, 22 Desember 2017. Nilai investasi ribuan lampion dan air mancur menari di TSTJ tersebut mencapai Rp15 miliar.


Taman Pelangi di TSTJ Solo diwarnai ribuan lampion. Medcom.id/Pythag

Direktur PT. Cikal Bakal Bangsa selaku pengelola Taman Pelangi dan Dancing Fountain Agung Riyadi mengemukakan, taman pelangi di Kota Solo merupakan yang kelima di Indonesia. Setelah sebelumnya taman pelangi hadir di Surabaya, Bali, Kaliurang dan Monumen Jogja Kembali.

Guna mengoperasikan seluruh lampion dan air mancur dengan efek canggih, pihaknya membutuhkan 150 ribu watt listrik. "70 ribu watt digunakan untuk lampion dan 80 ribu watt dancing fountain," beber Agung.

Keberadaan taman pelangi dan dancing fountain di kawasan TSTJ, kata Agus, diklaim tidak akan mengganggu kawasan konservasi TSTJ. Sebab, pengelola telah memberi batasan zona konservasi (sebesar 10 hektare) dan zona komersial (3,5 hektare).



Direktur Utama Taman Satwa Taru Jurug Bimo Wahyu Widodo Dasir mengatakan, TSTJ yang dipoles kian cantik ditarget mampu menggeret 40 ribu pengunjung selama libur panjang Natal dan tahun baru kali ini. 

Di tahun 2018, Bimo membidik setidaknya 700 hingga 800 ribu orang mengunjungi TSTJ selama satu tahun. Target tersebut dua kali lipat dibandingkan target tahun 2017, yakni sebesar 400 ribu pengunjung dalam setahun.

"Kami optimistis karena jam bukanya pun menjadi siang dan malam. Sebelumnya hanya siang saja," kata dia.

Adapun jam operasional taman pelangi TSTJ dimulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Selama hari biasa, tiket pengunjung dibanderol Rp 20 ribu dan Rp 25 ribu pada saat tanggal merah serta hari libur.

Berdasarkan data pengelola TSTJ, satu hari dibuka, taman lampion dan dancing fountain mampu menggeret ribuan pengunjung dari Kota Solo dan kabupaten sekitarnya. "Kemarin satu hari (Jumat, 22 Desember 2017), ada 3 ribu orang pengunjung yang datang," beber Bimo.


(ALB)