1 Suro Tidak Bersamaan dengan 1 Muharram

Pythag Kurniati    •    Selasa, 27 Sep 2016 16:13 WIB
kirab budaya
1 Suro Tidak Bersamaan dengan 1 Muharram
Kawanan Kerbau 'Bule' keturunan Kerbau Pusaka Keraton Kyai Slamet memimpin kirab peringatan 1 Sura di kawasan Keraton Kasunanan Solo tahun lalu.

Metrotvnews.com, Solo: Banyak yang mengira kalau 1 Suro selalu bertepatan dengan 1 Muharram. Faktanya, sering kali terjadi perbedaan tiap peringatan tahun baru Islam dengan tahun Jawa.

Wakil Pengageng Sasana Wilopo Keraton Solo, KPA Winarno Kusumo, mengungkapkan, penerus Kerajaan Mataram menganut sistem penanggalan yang dibuat Sultan Agung Hanyokrokusumo. Penanggalan Sultan Agung menggabungkan perhitungan tahun Saka Hindu dengan tahun Hijriyah.

“Suro menurut perhitungan kalender Sultan Agung jatuh pada 3 Oktober," katanya, Selasa (27/9/2016). 

Biasanya, peringatan 1 Suro dimeriahkan dengan kirab pusaka. Sembilan pusaka dan tujuh kerbau Kiai Slamet akan dikirab mengelilingi Keraton Solo. "Kirab kita laksanakan malam satu Suro yaitu pada 2 Oktober,” urai Winarno.

Kirab menempuh jarak tujuh kilometer dengan rute Kamandungan-Supit Urang-Alun-Alun Utara-Gladag-mengelilingi Benteng Vastenburg-Jalan Kapten Mulyadi- Jalan Veteran-Jalan Yos Sudarso-Jalan Slamet Riyadi-Gladag- kembali ke Keraton.

“Kerbau Kiai Slamet nantinya menjadi cucuk lampah (paling depan dalam barisan) dalam kirab,” jelasnya.



Menariknya, kirab dilakukan secara pradaksina yakni menempatkan Keraton Solo di sisi sebelah kanan barisan. Kirab dimulai pukul 24.00 WIB, setelah didahului Wilujengan Khol Dalem SSISKS Paku Buwono X.

“Bersamaan dengan itu, pada jam yang sama biasanya juga digelar salat hajat di Masjid Paramosono di kompleks keraton,” terang dia.

Pengageng Museum Keraton Kasunanan Solo, KPH Satriyo Hadinagoro mengatakan, Keraton Kasunanan Solo bekerja sama dengan 1.500 personel gabungan guna mengamankan jalannya kirab Satu Suro. “Mereka terdiri dari TNI dan Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan mengenai pengamanan lokasi Pasar Klewer Sementara di Alun-Alun Utara, Satriyo mengatakan pengamanan dilakukan oleh Pamswakarsa Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK). Dia memprediksi kirab akan disaksikan oleh ribuan warga Kota Solo dan sekitarnya.


(SAN)