Miras Oplosan di Jepara Dipasok dari Solo

Rhobi Shani    •    Rabu, 11 Apr 2018 09:36 WIB
miras oplosan
Miras Oplosan di Jepara Dipasok dari Solo
Minuman beralkhohol jenis oplosan di simpan dititipkan di rumah warga.

Jepara: Peredaran minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, banyak di pelosok-pelosok desa. Utamanya desa-desa di wilayah Jepara bagian utara. Malah di satu desa terdapat sedikitnya 22 penjual miras oplosan.

Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Anwar Sadat menyampaikan, sepanjang tahun 2017 hingga bulan ketiga 2018, miras hasil razia paling banyak didapatkan dari wilayah Jepara utara. Yaitu dari razia di toko-toko kecil berkedok warung jamu maupun pedagang besar.

“Contohnya di Desa Suwawal Kecamatan Pakisaji, dalam satu desa itu ada 22 penjual oplosan,” ungkap Anwar, Rabu, 11 April 2018. 

Anwar melanjutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap para penjual, bahan baku miras dipasok dari Solo dan Semarang. Kemudian, penjual-penjual di Jepara meracik sendiri dengan diberi campuran air dan minuman ringan. Sehingga kadar alkoholnya tidak tinggi.

“Kalau sampai jatuh korban jiwa belum ada. Tapi, sekarang konsumennya tidak hanya orang dewasa dan remaja, tapi juga anak-anak,” beber Anwar.

Sepanjang tahun 2017 hingga Maret 2018, Anwar menambahkan, jajarannya menangkap puluhan penjual miras oplosan. 10 di antaranya dijatuhi sanksi tindak pidana ringan (Tipiring). Yaitu, denda Rp1,5 juta hingga Rp12 juta.

“Dari Januari sampai Maret kami sudah merazia beberapa tempat. Kemudian sudah ada dua orang yang diberi sanksi tipiring,” ujar Anwar. 



(ALB)