AHY Cicip Martabak Manis Markobar Gibran di Solo

Pythag Kurniati    •    Senin, 09 Apr 2018 23:15 WIB
sbypresiden jokowi
AHY Cicip Martabak Manis Markobar Gibran di Solo
Keakraban AHY dan Gibran saat menyantap martabak manis Markobar. (Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati).

Sukoharjo: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi gerai Martabak Kotta Barat (Markobar) milik Gibran Rakabuming Raka. Putra sulung mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tiba di salah satu gerai Markobar yang terletak di Transmart Pabelan, Sukoharjo sekitar pukul 19.30 WIB.

Kedatangan AHY disambut ramah Gibran. Sempat berbincang sejenak, AHY pun disuguhi hidangan martabak manis khas Markobar.

"Saya cobain ya. Hmm, ini enak," ungkap AHY usai mencicipi suguhan martabak manis Markobar, Senin malam, 9 April 2018.

Tak ada bumbu politik dalam pertemuan AHY-Gibran itu. "Saya hanya ingin menikmati suasana dan mencicipi Markobar," ungkap AHY kepada wartawan.

Kata AHY, kunjungannya itu sekaligus menunaikan janji kepada sang putra sulung Presiden Joko Widodo. Gibran, kisah dia, pernah meminta AHY mampir ke kedai Markobar jika dirinya berkunjung ke Kota Solo.

"Dulu di Jakarta Mas Gibran bilang, mampir mas kalau ke Solo. Saya nyatakan, 'ya, saya akan mampir'," beber dia.

Tak hanya dengan Gibran, AHY mengaku menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan putra/putri mantan presiden lainnya. Salah satunya, ungkap dia, pernah makan siang dengan Ilham Habibie, putra sulung Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie.

"Saya juga pernah datang ke kantornya Mbak Yeni Wahid (anak kedua Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid), ngobrol tentang banyak hal juga. Dan malam ini saya ngobrol dengan Mas Gibran. Tetapi tidak semua itu dalam konteks politik," papar suami Annisa Pohan.

Menurut AHY, putra-putri presiden dan mantan presiden punya kesamaan beban karena terus menjadi sorotan publik. Ekspektasi publik kepada mereka tinggi untuk berkarier dan berprestasi gemilang.

Bila tak sesuai ekspektasi, publik terkadang memandang tidak pas. "Kami ingin saling memotivasi, kita juga ingin tanpa dikaitkan dengan siapa orang tua kita, kita ingin melakukan hal yang terbaik, berkomunikasi, dan bersilaturahmi tentang masa depan Indonesia. Tidak semua harus dikaitkan dengan politik," tegasnya.


(HUS)