Ganjar: Jateng Supermarket Bencana

Mustholih    •    Kamis, 04 Oct 2018 15:06 WIB
bencana longsorbencana banjir
Ganjar: Jateng Supermarket Bencana
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA FOTO/Wibowo Armando

Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat Jateng bersikap waspada terhadap segala bentuk bencana yang mengintai. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyatakan wilayah yang dipimpinnya itu merupakan supermarket bencana.

“Bisa dikatakan Jateng itu supermarketnya bencana. Bencana apa saja ada, kekeringan saat ini sudah terjadi, kebakaran, gunung merapi, gempa tektonik, tsunami, tanah longsor dan sebagainya semua potensi itu ada di Jateng,” kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018.

Menurut Ganjar, masyarakat Jateng harus pandai-pandai membaca tanda-tanda bencana. Tujuannya agar bisa segera menyelamatkan diri ketika suatu bencana benar-benar terjadi. “Peran PRB (pengurangan risiko bencana) sangat penting. Saya mengimbau agar komunitas PRB terus meningkatkan latihan kepada masyarakat agar memiliki sensitivitas terhadap tanda-tanda bencana alam. Jika ada bencana mereka tahu bagaimana cara menyelamatkan diri," jelas Ganjar.

Saat ini, kata Ganjar, Pemprov Jateng terus mengupayakan mitigasi bencana. Pemasangan alat pendeteksi bencana terus dilakukan di daerah rawan bencana di Jateng.

Namun, Ganjar menilai kepedulian masyarakat untuk menjaga alat pendeteksi dini masih minim. Bahkan, banyak alat pendeteksi dini rusak, bahkan dicuri.

“Sayang sekali masih ada masyarakat yang tidak peduli menjaga alat itu. Tolong jangan dicuri alat-alat pendeteksi bencana itu. Biarkan di tempatnya agar kalau ada bencana dapat berfungsi," tegas Ganjar.

Ganjar mengklaim sekarang sedang menggodok Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah (RPJMD) yang berfokus pada permasalahan mitigasi bencana. “Kami sudah susun RPJMD. Kemarin kami minta para pakar termasuk himpunan ahli Geofisika untuk terlibat dalam penyusunan RPJMD ini,” ujar kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.


(ALB)