Anak ASN Daftar Sekolah Pakai SKTM

Rhobi Shani    •    Rabu, 11 Jul 2018 14:04 WIB
PPDB 2018
Anak ASN Daftar Sekolah Pakai SKTM
Sejumlah calon siswa menyerahkan berkas-berkas kelengkapan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. (ANT/Aditya Pradana Putra)

Jepara: Jumlah calon siswa pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Mayong naik dua kali lipat. Tahun 2017, pedaftar menggunakan SKTM hanya 22 siswa. Tahun ini, naik menjadi 44 siswa.

Kepala SMA Negeri 1 Mayong Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Ngaripah menyampaikan, dari 44 calon siswa menggunakan SKTM, lima nama dicoret.

“Saat pendaftaran selalu saya sampaikan kepada masyarakat agar tidak menggunakan SKTM asli tapi palsu karena kalau sampai ketahuan bisa dicoret,” ujar Ngaripah ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11 Juli 2018.

Untuk memastikan SKTM yang digunakan untuk mendaftar sesuai peruntukannya, Ngaripah membentuk tim survei. Survei dilaksanakan selama dua hari, Minggu dan Senin, 8-9 Juli 2018. Satu tim survei terdiri dari lima orang.

“Tidak semua tim survei masuk ke rumah. Ada yang ke (ketua) RT, ada yang mendatangi tetangga, dan ada yang masuk rumah untuk melihat kondisi rumah,” terang Ngaripah.

Setelah divalidasi dan survei, Ngaripah mengungkapkan, diketahui ada lima calon siswa yang menggunakan SKTM tidak untuk peruntukannya.

Hasil survei menunjukan, ada orang tua calon siswa pengguna SKTM berstatus aparatur sipil negara (ASN), memiliki usaha kos dan toko sembako. Ada pula yang memiliki mobil, sepeda motor, dan rumah bertingkat.

“Jadi saya luruskan pemberitaan kemarin, bukan punya mobil empat, tapi dari empat yang namanya dicoret ada yang punya mobil,” kata Ngaripah.

Senada, Kepala SMA Negeri 1 Welahan, Suriyanto, mengungkap dari 18 pendaftar menggunakan SKTM, ada dua nama yang didiskualifikasi. Setelah disurvei, diketahui pemegang SKTM memiliki rumah mewah dan  sudah hak milik. Satu lainnya, merupakan pengusaha transportasi bus dan memiliki mobil.

“Jadi setelah dilakukan survei kami rapatkan lagi dan diputuskan dua nama terpaksa didiskualifikasi,” tandas Suriyanto.


(LDS)