PP Muhammadiyah Sangsi Presiden Batalkan Full Day School

Pythag Kurniati    •    Selasa, 20 Jun 2017 05:34 WIB
sekolah sehari penuh
PP Muhammadiyah Sangsi Presiden Batalkan <i>Full Day School</i>
Ketua Bidang Hukum Muhammadiyah Busyro Muqodas (tengah). MI/M Irfan.

Metrotvnews.com, Solo: Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah tak yakin dengan kabar pembatalan kebijakan Full Day School (FDS) yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah Busyro Muqodas menyangsikan kabar pembatalan yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maaruf Amin tersebut.

"Saya sendiri belum yakin kalau Presiden membatalkan," ungkap Ketua Bidang Hukum Muhammadiyah Busyro Muqodas saat ditemui wartawan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin 19 Juni 2017.

Kebijakan FDS telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 32 tahun 2017. Busyro menilai, kebijakan yang diterbitkan Muhadjir tak mungkin tanpa sepengatahuan Presiden Joko Widodo. Permendikbud itu dipercaya sebagai terjemahan komitmen Presiden dalam mewujudkan pendidikan karakter.

Toh, kata Busyro, kebijakan itu telah dilaporkan dalam sidang kabinet terbatas. Bahkan, usulan itu diuraikan secara rinci di dalam sidang kabinet. Busyro percaya, kebijakan FDS merefleksikan kebutuhan Indonesia ke depan.

"Indonesia akan menghadapi situasi kompetisi yang begitu kompleks. Sehingga perlu ada pendekatan yang kuantum, wujudnya pendidikan karakter atau national branding," jelas mantan Wakil Ketua KPK itu.
 
Hal-hal itu membuat Busyro bertanya-tanya mengenai kabar pembatalan kebijakan itu. "Bisa saja justru Presiden menyempurnakan peraturan menteri tersebut menjadi kebijakan yang jauh lebih besar lagi,” papar Busyro.
 
Kebijakan lima hari sekolah, lanjut dia, menjadi solusi keretakan di dunia pendidikan. PP Muhammadiyah pun mendukung sepenuhnya pendidikan karakter yang dituangkan dalam Permendikbud 23 Tahun 2017.

“Keretakan terjadi karena tidak ada kelekatan anak dengan orang tuanya,” jelas Busyro.


(DRI)