Tak Berizin, Kantor Gojek di Magelang Ditutup

   •    Rabu, 09 Aug 2017 17:31 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Tak Berizin, Kantor Gojek di Magelang Ditutup
Ilustrasi Antara

Metrotvnews.com, Magelang: Pemerintah Kota Magelang meminta manajemen ojek daring (online) Gojek menutup kantornya di Jalan Kolonel Sugiyono Magelang. Permintaan dilakukan lantaran Gojek tidak memiliki izin di wilayah itu.

"Kami hanya minta kantornya ditutup beserta aktivitas perekrutan pengemudi, karena pendirian kantor ini tidak mengantongi izin apa pun," kata Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana usai menemui manajemen Gojek, Rabu 9 Agustus 2017.

Singgih mendatangi kantor Gojek didampingi Kabid Ketertiban Umum, Otros Trianto dan staf. Kedatangan petugas penegak Perda ini disambut ratusan pengemudi Gojek yang sudah bersiaga di depan kantor sebagai bentuk aksi solidaritas.

Singgih beserta jajaran diterima tim manajemen Gojek di dalam kantor dan berkoordinasi. Turut hadir perwakilan Dishub, Kesbangpol, Koramil, Polsek Magelang Tengah, politisi Partai Nasdem Aktib, dan Hasan Suryoyudho sebagai pendamping hukum Gojek.

"Saya berpegangan pada Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang ketertiban umum. Pada Pasal 16 tentang tertib usaha disebutkan sebuah usaha harus memiliki izin. Kami lihat, kantor Gojek ini tidak berizin, sehingga perlu ada tindakan," katanya.

Kabid Ketertiban Umum Otros Trianto mengatakan sebelumnya sudah menegur secara lisan pihak manajemen pada 17 Juli 2017 dengan datang langsung ke kantornya. Kemudian manajemen dipanggil ke kantor Satpol PP pada 19 Juli 2017 dengan tujuan sama.

"Saat itu kami minta segera mengurus izin dan diselesaikan sebelum beroperasi. Ternyata sampai hari ini tidak juga mengurus izin sehingga kami perlu bertindak tegas dengan menutup kantor ini," katanya.

Ia menuturkan saat ini manajemen Gojek sudah menutup kantor dengan sendirinya. Untuk itu, pihak Satpol tidak memberikan segel.

"Mereka kooperatif dengan menutup sendiri kantornya, sehingga kami tidak beri segel," katanya.

Ia mengatakan surat rekomendasi dari kepala daerah syarat mutlak untuk Gojek mengurus izin usaha, karena usaha ini termasuk hal baru maka untuk mengurus izin harus ada surat rekomendasinya.

Ketua Paguyuban pengemudi Gojek Magelang, Eko Setyo Raharjo menyayangkan penutupan kantornya tersebut. Namun, dia merasa senang karena pemerintah tidak menutup aplikasi yang menjadi jantung usaha.

"Karena aplikasi hidup, kami masih bisa beroperasi seperti biasa. Kami diminta menghindari gesekan dengan angkutan konvensional. Juga tidak melanggar zona merah dan melayani konsumen dengan baik. Intinya, kami masih bisa beroperasi sudah senang," katanya. (Antara)


(ALB)