Pekerja Tempat Hiburan Jepara Bersiap Pulang Kampung

Rhobi Shani    •    Kamis, 18 May 2017 11:34 WIB
jelang ramadan
Pekerja Tempat Hiburan Jepara Bersiap Pulang Kampung
Razia tempat hiburan karaoke di Jepara, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengeluarkan surat edaran (SE) kepada pengelola tempat hiburan karaoke, panti pijat, dan sejenisnya. Dalam SE Nomor 300/2842 berisi larangan operasional tempat hiburan selama Ramadan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Trisno Santoso menyampaikan, selain melarang tempat hiburan beroperasi, juga mengimbau pemilik tempat makan tidak membuka usaha secara gamblang di siang hari.

“Hari ini surat mulai kami edarkan,” ujar Trisno, Kamis, 18 Mei 2017.

Dasar penerbitan SE adalah Perda Nomor 20 tahun 2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3), serta Perda Nomor 9 tahun 2016 tentang Penyelengaraan Usaha Pariwisata.

“Ini dalam rangka mewujudkan ketertiban dan ketenteraman masyarakat untuk menghormati bulan suci Ramadan,” kata Trisno.

Bagi pengelola tempat hiburan yang melanggar, Trisno menegaskan, akan dijatuhi sanksi sesuai yang diatur perda. Mulai dari sanksi penyitaan barang sampai tindak pidana ringan. Sementara bagi pemilik tempat makan, akan diberi sanksi peringatan.

“Selama Ramadan kami juga akan rutin patroli,” tandas Trisno.

Pengelola tempat hiburan karaoke di kawasan Pantai Pungkruk, Mulud, mengaku, jelang siang ini pihaknya sudah menerima SE tersebut. Surat diantar oleh petugas Satpol PP.

Disinggung mengenai isi SE, Mulud mengaku akan mentaatinya. Jika selama Ramadan tempat hiburan karaoke dilarang beroperasi, pihaknya akan menutup sementara tempat usahanya.

“Kalau nanti awal puasa 27 Mei, berarti kami akan beroperasi sampai 25 Mei, setelah itu tutup lalu pulang kampung,” ujar Mulud.


(SAN)