Air Sungai Gede Karangrandu Masih Hitam

Rhobi Shani    •    Kamis, 24 Aug 2017 15:22 WIB
lingkungan
Air Sungai Gede Karangrandu Masih Hitam
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (kemeja putih) saat meninjau kondisi air sungai Gede Desa Karangrandu yang tercemar. --MTVN/Rhobi--

Metrotvnews.com, Jepara: Hasil uji laboratorium air Sungai Gede Desa Karangrandu Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sudah selesai. Pemerintah Kabupaten Jepara pun sudah mengambil langkah sementara mengatasi pencemaran. Yaitu dengan melakukan pengerukan endapan di bendungan Karangrandu. Serta membuka pintu air bendungan.
 
“Tapi sampai sekarang kondisi air masih sama, warnanya masih hitam, belum ada perubahan padahal sudah hampir sepekan dilakukan pengerukan,” ujar Kepala Desa Karangrandu Syahlan, Kamis 24 Agustus 2017.
 
Selain air sungai, Syahlan bilang, air sumur-sumur warga juga masih tercemar. Warnanya masih menghitam dan mengeluarkan aroma tak sedap. Terutama sumur-sumur warga yang berdekatan dengan aliran sungai.
 
“Harapan kami, sumber-sumber penyebab pencemara ini apakah dari pabrik tahu tempe atau yang lainnya, tidak lagi dialirkan ke sungai biar air sungai kembali jernih,” kata Syahlan.

Baca: Sungai Tercemar, Pemkab Jepara Pasok Air Bersih
 
Berkait bantuan droping air bersih dari Pemkab Jepara, Syahlan mengaku, sampai sekarang belum ada droping air bersih untuk warga yang terdampak pencemaran. Itu lantaran sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendataan warga yang terdmpak.
 
“Kira-kira yang membutuhkan droping air bersih sekitar 25 kepala keluarga,” ungkap Syahlan.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil uji laboratorium, menghitamnya sungai gede karangrandu, karena tercemar limbah. Adapun zat yang memperlihatkan peningkatan tak wajar adalah Fenol yang biasanya digunakan oleh perusahaan tekstil dan unsur BOD-COD ( Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang berasal dari limbah organik seperti limbah tahu tempe atau dari sampah. 
 
Adapun, disepanjang aliran tersebut terdapat beberapa industri yakni lndustri tekstil dan industri tahu tempe skala rumahan.  

(ALB)