Belum Ada Langkah Jelas Hentikan Peredaran Narkoba dari Nusakambangan

Mustholih    •    Rabu, 02 Aug 2017 13:44 WIB
narkoba
Belum Ada Langkah Jelas Hentikan Peredaran Narkoba dari Nusakambangan
Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng. (Media Indonesia/Liliek Dharmawan)

Metrotvnews.com, Semarang: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengklaim sedang menyusun langkah-langkah memotong peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun, lembaga yang dipimpin Yasonna Laoli ini menolak membuka secara detail langkah-langkah tersebut.

"Yang jelas Kemenkumham segera melakukan langkah-langkah menindaklanjuti kejadian ini. Sedang disusun, akan disampaikan segera," kata Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam, usai menghadiri serah terima jabatan Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng di Semarang, Rabu, 2 Juli 2017.

Baca: Napi Pengendali 1,2 Juta Pil Ekstasi Segera Diperiksa

Bambang mengakui Lapas Nusakambangan beberapa bulan belakangan ini sering kecolongan. Beberapa narapidana sering tertangkap mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara. Terbaru, penyelundupan 1,2 juta butir ekstasi dari Belanda yang dikendalikan oleh Aseng, salah satu terpidana mati.

"Dari kejadian yang berkali-kali ini kita akan setop. Nanti, tunggu. Sedang disusun dan sekarang dilakukan rapat di pusat. Nanti akan disampaikan secara lengkah oleh Pak Menteri," ujar Bambang.

Kepala Kemenkumham Jawa Tengah yang baru, Ibnu Chuldun, menolak berbicara kasus Aseng. Dia berkilah baru menggantikan Bambang Soemardiono yang menjabat Kanwil Kemenkumham Jateng lama.

"Tadi sudah dijelaskan sama Pak Dirjen. Yang jelas, kasus ini akan menjadi prioritas pertama saya," ujar Ibnu.

Peran penyelundupan Aseng terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional jenis ekstasi asal Belanda. Ekstasi yang diselundupkan Aseng berbentuk minion, tokoh kartun dalam film Despicable Me, yang disimpan dalam 120 bungkus uang dikemas dalam plastik alumunium.

Baca: Penyelendupan 1,2 Juta Ekstasi Dikendalikan Terpidana Mati 

Petugas mengamankan ekstasi sebanyak 1,2 juta butir dari dua pelaku yakni Liu Kit Cung (penerima) dan Erwin (kurir). Cung ditangkap di gudang Jalan Raya Kali Baru, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Banten pada 21 Juli 2017.

Sementara Erwin ditangkap di parkiran Flavour Blizt Alam Sutra pada Minggu 23 Juli 2017. Dari hasil pengembangan, Erwin mengakui pengedaran barang haram tersebut dikendalikan oleh seseorang dari Lapas Nusa Kambangan bernama Aseng.


(SAN)