HTI Yakin Pemda DIY tak Sampai Hati Melarang

Patricia Vicka    •    Kamis, 13 Jul 2017 19:25 WIB
perppu pembubaran ormas
HTI Yakin Pemda DIY tak Sampai Hati Melarang
Ilustrasi: Sejumlah pengunjuk rasa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yogyakarta menggelar unjuk rasa di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Senin (25/3/2013). (Antara/Noverandika)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap akan terus beraktivitas. Penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas dipastikan tidak mengganggu kegiatan.

Terlebih lagi, HTI telah resmi menyatakan akan menggugat peraturan pengganti UU Nomor 17 tahun 2013 itu ke Mahkamah Konstitusi. (Baca: HTI bakal Uji Materi Perppu Ormas ke MK

Juru Bicara HTI DIY Yusuf Mustaqim menegaskan seluruh anggota tak gentar menghadapai perlawanan keras dari pemerintah. Dia juga memastikan dakwah akan tetap berjalan.

"Kami menganggap dakwah Islam dibutuhkan di negeri ini. Karena dengan Islam, semua masalah bisa diselesaikan," tutur Yusuf melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

Selain itu, Yusuf yakin Pemda DIY tak akan sampai hati melarang kegiatan HTI. Sebab Islam politik amat kental di masyarakat Yogyakarta. "Di Yogya, politik Islam sangat kental karena dari khazanahnya, pemimpin Yogyakarta, Sultan, lahir dari politik Islam," tuturnya.

Baca: Perppu Ormas Mudahkan Polisi Gebuk Ormas

Hingga kini pihaknya belum mengambil tindakan dan masih menunggu keputusan dan koordinasi dari pimpinan HTI pusat.  Dia menegaskan HTI tak pernah memberi doktrin yang bertentangan Pancasila.

"Dalam dakwah, kami hanya concern menyampaikan Islam. Tak ada dalam kitab kami yang bertentangan dengan Pancasila," tutupnya.

Perppu 2/2017 memuat larangan dan sanksi terhadap ormas. Ada beberapa perubahan substansial di beberapa pasal. Antara lain, status badan hukum sebuah organisasi bisa dicabut oleh menteri (Pasal 62).


(SAN)