Dinas Lingkungan Hidup Jepara Nyatakan Sungai Gede Tercemar

Rhobi Shani    •    Senin, 21 Aug 2017 15:45 WIB
pencemaran sungai
Dinas Lingkungan Hidup Jepara Nyatakan Sungai Gede Tercemar
Pemkab Jepara mengumumkan Sungai Gede tercemar, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Air Sungai Gede, Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, tercemar. Demikian hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara setelah mendapat laporan dari warga mengenai kondisi sungai.

Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan DLH Jepara, M Ikhsan, mengatakan petugas mengambil sampel air dari tiga lokasi di Sungai Gede. Pencemaran terindikasi berkaitan dengan limbah pabrik di kawasan sungai. 

"Jadi hasil uji laboratorium air sungai Gede memang terbukti tercemar namun kategorinya ringan," kata Ikhsan dalam keterangan persnya di Jepara, Senin 21 Agustus 2017.

Petugas, lanjut Ikhsan, mengambil sampel di area hulu yang berdekatan dengan pabrik tekstil Jiale, kawasan di sekitar pembuangan limbah pabrik tahu, dan bendungan Karangrandu. Petugas mengecek beberapa senyawa dalam sungai.

"Seperti fenol, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD),” ungkap Ikhsan.

Hasil pemeriksaan berbeda-beda. Sampel di kawasan hulu mengandung senyawa fenol sebanyak 300 mg/liter. Sedangkan standarnya yaitu hanya 1 mg/liter.

"Fenol adalah limbah yang berasal dari industri tekstil. Sedangkan kadar COD pada sampel yaitu 61 mg/liter. Idealnya ambang batasnya yaitu 50 mg/liter," lanjut Ikhsan.

Sampel yang diambil dari lokasi pembuangan limbah pabrik tahu menunjukkan kadar fenol sebesar 290 mg/liter dan COD sebesar 1.120 mg/liter. Menurut Ikhsan, kandungan itu bukan hanya berasal dari limbah pabrik tahu, tapi juga sampah dan limbah rumah tangga. Lalu, kadar fenol di bendungan Karangrandu yaitu 290 mg/liter dan COD 58 mg/liter. 

“COD bisa terurai (hilang) dengan sendirinya apabila cukup oksigen, aliran air lancar, dan luas sungai. Sementara saat musim kemarau seperti saat ini aliran air sungai kecil,” beber Ikhsan.
 
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan akan menindak hasil uji laboratorium itu. Ia meminta pejabat terkait mengevaluasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di industri sekitar aliran Sungai Gede.

“Kalau memang Ipalnya sudah tidak mencukupi ya, ditambah,” tandas Marzuqi.

Pekan lalu, warga Desa Karangrandu mengeluhkan air sungai keruh dan hitam. Warga biasanya menggunakan air Sungai Gede untuk mandi dan mencuci.

Namun sebulan belakangan, air sungai hitam. Warga yang bergantung pada aliran sungai terserang penyakit gatal-gatal.

Baca: Sungai Tercemar, Pemkab Jepara Pasok Air Bersih

Warga terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, air sumur juga tercemar.

“Sehari bisa habis dua sampai tiga jerigen. Satu jerigen harganya Rp7.000 dan itu sudah berlangsung satu bulan lebih,” ungkap Namriah.


(RRN)