Revitalisasi jadi Wisata, Pedagang Pasar Sangkrah Direlokasi

Pythag Kurniati    •    Minggu, 16 Jul 2017 12:19 WIB
pasar tradisional
Revitalisasi jadi Wisata, Pedagang Pasar Sangkrah Direlokasi
Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo saat berada di pasar darurat Sangkrah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Proses revitalisasi Pasar Sangkrah, Solo, Jawa Tengah, terus berjalan. Ratusan pedagang mulai dipindahkan ke pasar darurat pada Minggu, 16 Juli 2017.

Pindahnya pedagang ke pasar darurat ditandai dengan tasyukuran yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo.
 
Kepala Dinas Perdagangan, Subagiyo, mengatakan pasar darurat berada sekitar 200 meter di barat Pasar Sangkrah. Total lahan seluas 800 meter persegi akan diisi 119 los dan 4 kios. Masing-masing los berukuran 1,5 x 1,5 meter, sedangkan kios berukuran 2 x 2 meter.
 
“Dibagi dua lokasi. Sebelah timur untuk (dagangan) basahan seperti daging. Ada 77 los dan 4 kios. Sisanya kita tempatkan di sebelah barat,” kata Subagiyo.
 
Menanggapi keluhan pedagang yang menganggap ukuran lapak mereka di pasar darurat yang terlalu kecil, Rudy, sapaan wali kota, mengatakan lokasi tersebut cukup representatif dibanding lokasi semula.
 
“Kalau pasar darurat memang seperti ini. Ini kan hanya sementara saja,” kata dia.
 
Pedagang diperkirakan menempati pasar darurat selama lima bulan hingga pembangunan Pasar Sangkrah rampung. “Lagipula selama lima bulan menempati pasar darurat pedagang digratiskan dari retribusi,” tambahnya. Pedagang  diwajibkan membayar retribusi saat kembali menempati Pasar Sangkrah baru Desember 2017.
 
Relokasi ratusan pedagang dilakukan sejalan dengan proyek revitalisasi Pasar Sangkrah. Pasar yang bersebelahan dengan Stasiun Solokota itu akan difungsikan sebagai pasar wisata.
 
Nantinya wisatawan yang menikmati Railbus Batara Kresna maupun Sepur Kluthuk Jaladara diarahkan menuju pasar tersebut. Berbagai makanan dan kerajinan khas Solo bakal dijual.
 
Pasar Sangkrah dibangun menggunakan dana APBD 2017 dengan anggaran sebesar Rp17 miliar. Lantai satu akan digunakan untuk berjualan kebutuhan pokok. Sedangkan lantai dua difungsikan sebagai pasar wisata. Proyek revitalisasi ditarget rampung pada akhir Desember 2017. 
(SAN)