Melawan Polisi, Mahasiswa Papua Divonis Percobaan

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 27 Jul 2017 13:29 WIB
papua
Melawan Polisi, Mahasiswa Papua Divonis Percobaan
Suasana sidang vonis mahasiswa Papua, Obby Kogoya di PN Yogyakarta, Kamis (27/7/2017). (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta memvonis empat bulan pidana satu tahun percobaan terhadap mahasiswa Papua, Obby Kogoya, 22. Dia dinyatakan terbukti melawan aparat polisi yang sedang menjalankan tugas. 

"Menyatakan terbukti secara sah bahwa Obby Kogoya terbukti melawan aparat yang sedang bertugas," ujar hakim ketua Wiwik Dwi Wisnuningdyah, saat membacakan putusan pada Kamis, 27 Juli 2017.

Vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut enam bulan pidana satu tahun percobaan. (Baca: Tujuh Pemuda Papua di Yogya Ditangkap)

Obby yang juga Ketua Korwil Mahasiswa Tolikara, Papua itu melanggar Pasal 212 KUHP tentang tindakan melawan aparat negara saat bertugas. Peristiwa itu terjadi pada 15 Juli 2016. 

Bermula dari rencana mahasiswa menggelar aksi damai bertajuk Hak Menentukan Nasib Sendiri bagi Papua Barat di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan I Yogyakarta. Hari itu, Obby berkendara sepeda motor menuju asrama.

Baca: Polisi Bersiaga di Depan Asrama Mahasiswa Papua di Yogyakarta

Namun, lantaran beberapa jalan diblokir petugas, Obby memilih lewat jalur alternatif di jalan kampung. Di jalur alternatif, Obby dicegat polisi lalu lintas karena mencopot helm dengan alasan kondisi panas. Dia juga tak bisa menunjukkan STNK serta SIM kepada petugas.

Dalam kondisi dicegat polisi, Obby sempat melakukan tarik menarik sepeda motor dengan polisi, mengangkat batu bata serta melakukan gerakan. Majelis hakim tak mempertimbangkan pembelaan Obby soal polisi yang tak bisa menunjukkan surat tugas dan tidak memberikan surat tilang. 

"Tindakan terdakwa sudah memenuhi unsur pidana. Melakukan tarik menarik dengan petugas dan mengangkat batu bata membutuhkan tenaga. Pemidanaan yang dilakukan aparat sebagai langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat," ujar hakim Wiwik. 

Puluhan mahasiswa Papua berdemonstrasi usai pembacaan vonis terhadap Obby Kogoya. 
(MTVN-Ahmad Mustaqim)

Meski mendapat vonis pidana empat bulan, Obby tak ditahan. Obby hanya diharuskan menjalani masa percobaan satu tahun. 

Baca: Asrama Dikepung Aparat, Mahasiswa Papua Kelaparan

"Jika terdakwa dalam masa (percobaan satu tahun) itu melakukan tindak pidana, maka akan dipenjara. Juga membebankan biaya perkara Rp4 ribu," kata dia. 

Jaksa Muhammad Abdul Aziz menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim. 

Sementara pendamping Obby dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Emmanel Gobay, juga menyatakan pikir-pikir. "Kemungkinan banding," kata dia.

Sidang berlangsung sekitar satu jam dengan penjagaan ketat polisi sejak pukul 08.40 WIB. Para pendukung Obby juga menggelar aksi di sekitar lokasi persidangan. Seorang polisi bersenjata sempat masuk ruang sidang. Dia keluar setelah mendapat protes.


(SAN)