PT KAI dan Maskapai Penerbangan Diminta Bantu Promosi Wisata

Patricia Vicka    •    Senin, 18 Dec 2017 09:20 WIB
pariwisata daerahnatal dan tahun baru
PT KAI dan Maskapai Penerbangan Diminta Bantu Promosi Wisata
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memantau persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru2018 di Stasiun Tugu, Yogyajakarta -- medcom.id/Patricia Vicka

Yogyakarta: Libur panjang Natal dan Tahun Baru adalah momen yang tepat untuk mempromosikan tempat wisata. Kesempatan itu harus bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan lokasi wisata yang masih sepi pelancong.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT KAI membantu pemerintah mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Salah satu caranya dengan mengubah strategi promosi penjualan tiket.

"Saat hari-hari sepi (penumpang), coba dibuat promo khusus untuk daerah-daerah biar lebih berkembang," kata Budi saat memeriksa kesiapan PT KAI Daop VI menghadapi angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Minggu, 17 Desember 2017.

Perubahan strategi tersebut diharapkan bisa meramaikan daerah wisata, juga mengerek penjualan tiket kereta api. Daerah yang potensi wisatanya bagus namun masih sepi pengunjung, di antaranya Cirebon, Madiun, Solo, dan Purwokerto.

Momen libur Natal dan akhir tahun, lanjut Budi, seharusnya bisa juga dimanfaatkan untuk meramaikan kembali wisata di Bali. Pasalnya, wisatawan Pulau Dewata menurun drastis setelah Gunung Agung meletus.

"Beberapa kunjungan turis internasional ke Bali berkurang. Maka kita genjot lagi. Kita minta maskapai penerbangan memberi harga khusus, agar potensi wisata Bali bisa maksimal lagi," terangnya.

Secara umum, Budi menegaskan seluruh angkutan umum, baik darat, laut, dan udara sudah siap melayani masyarakat yang hendak berpergian saat libur Natal dan Tahun Baru 2018. Puncak angkutan Natal dan Tahun Baru diperkirakan terjadi pada 22-25 Desember 2017.


(NIN)