Warga Tegal Sulit Mendapatkan Elpiji 3 Kilogram

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 08 Dec 2017 11:33 WIB
elpiji 3 kg
Warga Tegal Sulit Mendapatkan Elpiji 3 Kilogram
Warga mengantri mendapatkan elpiji 3 kilogram di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah -- medcom.id/Kuntoro Tayubi

Tegal: Warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah,kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram. Pasokan gas bersubsidi itu diharapkan bisa ditambah, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya.

"Saya sering mendapat aduan dari masyarakat kalau gas melon sering langka. Sebenarnya ini ada apa? Apakah kebutuhan masyarakat tidak dihitung atau pendistribusian tidak tepat sasaran?" tanya Anggota DPRD Kabupaten Tegal Bakhrun, Kamis, 7 November 2017.

Bakhrun meminta dinas terkait segera melakukan monitoring di lapangan ihwal kebutuhan elpiji. "Harus ada penambahan pasokan," ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Ernie Yuniarsih mengatakan pasokan elpiji 3 kilogram akan ditambah sekitar 4 persen. Namun, penambahan itu hanya untuk menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru.

"Saat ini kita masih koordinasi dengan Pertamina," ujarnya.

Sementa itu, Area Manager Comunication and Relations Jawa Bagian Tengah & DIY Andar Titi Lestari memastikan tidak ada pengurangan pasokan gas bersubsidi. Menurutnya, distribusi gas di Kabupaten Tegal pada November 2017 justru meningkat hingga 3,5 persen.

"November kemarin realisasinya mencapai 1.136.000 tabung," katanya.

Andar merinci, setiap harinya Pertamina memasok 43.723 tabung elpiji di Kabupaten Tegal pada November. Bulan berikutnya naik 1.550 tabung, menjadi 45.237 tabung per hari.

Menurut Andar, penambahan itu dilakukan terhadap pasokan elpiji 3 kilogram di seluruh wilayah di pantura barat, meliputi Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, Kota Tegal, dan Kabupate Pekalongan. Biasanya, pasokan normal gas melon untuk wilayah-wilayah itu rata-rata mencapai 4,1 hingga 4,2 juta tabung per bulan.

Jumlah pasokan terbanyak yakni wilayah Brebes yang mencapai 1,2 juta tabung per bulan, disusul Kabupaten Tegal 1,1 juta tabung per bulan.

"Awal Desember sudah kita lakukan‎ penambahan pasokan. Penambahan ini sifatnya untuk mengantisipasi saja," ucapnya.

Terkait penambahan pasokan, Andar menghimbau masyarakat dari kalangan mampu dan pemilik dapat menggunakan gas non-subsidi seperti bright gas dan elpiji 12 kilogram. Sehingga, penggunaan elpiji 3 kilogram benar-benar tepat sasaran.

'Namun, sayangnya masyarakat mampu ternyata masih banyak yang menggunakan gas bersubsidi," pungkasnya.


(NIN)