Sungai di Pantura hanya Bisa Jadi Air Baku

Mustholih    •    Selasa, 23 Jan 2018 19:29 WIB
sungai
Sungai di Pantura hanya Bisa Jadi Air Baku
Traduisi bersih karpet di sebuah sungai di Pantura wilayah Tegal, 3 Juni 2016, Ant - Oky Lukmansyah

Semarang: Sungai yang ada di Jawa Tengah tidak bisa langsung diminum. Tapi, airnya harus diolah lebih dulu dengan tahapan yang cukup panjang.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Untoro Kurniawan. Menurut Untoro, semua sungai di wilayah Pantai Utara (Pantura) sebelah timur Jateng sudah tercemar cukup parah.

"Kalau untuk menuju ke air minum tidak bisa dalam waktu dekat, tapi sebagai air baku bisa. Seperti diambil PDAM, diolah baru bisa disalurkan ke jaringan rumah tangga untuk konsumsi air minum. Kalau langsung ke air minum belum bisa," kata Untoro di Semarang, Selasa 23 Januari 2018.

Menurut Untoro, pencemaran sungai di pantura timur Jawa Tengah berada dalam tingkat sedang hingga berat. Kesimpulan tersebut diambil setelah Tim Hidrologi BBWS Pemali Juwana melakukan uji kualitas air pada lima sungai utama di Pantura timur.

Lima sungai itu terdiri dari Jragung, Tuntang, Serang, Lusi, dan Juwana. Penelitian juga dilakukan di Sungai Penggaron serta Palebon di Semarang. 

"Pengujian sampel kualitas air di Sungai Wulan, Karanganyar dan Mijen (Demak), bahkan sudah tercemat berat karena limbah pabrik," ujar Untoro menegaskan.

Untoro menambahkan pencemaran sungai di Jateng diakibatkan oleh limbah industri dan rumah tangga. BBWS Pemali Juwana menuturkan sudah melakukan upaya konservasi di hulu sungai untuk menekan tingkat pencemaran. Namun, Untoro mengakui bahwa upaya tersebut tidak memberi dampak signifikan. 
"Karena memang yang jadi masalah bukan di hulu tapi di hilir," terang Untoro.

Untoro mengatakan tingginya pencemaran di hulu sungai karena kebanyakan lahan di pinggiran daerah aliran sungai (DAS) sudah beralih fungsi sebagai pemukiman penduduk dan industri. Hal ini bisa dilihat di hulu sungai Semarang, Demak, dan daerah Pantura timur. 


(RRN)