Warga Gunungkidul Terisolasi dan Bertahan di Atap Rumah

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 29 Nov 2017 05:46 WIB
bencana banjir
Warga Gunungkidul Terisolasi dan Bertahan di Atap Rumah
Kondisi sungai yang bersebelahan dengan sebuah jembatan di Gunungkidul, Selasa, 28 November 2017. Permukaan sungai lebih tinggi daripada jembatan, MTVN - Ahmad Mustaqim

Gunungkidul: Banjir melanda berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hujan intensitas tinggi terjadi sejak Selasa dini hari, 28 November 2017 hingga Rabu dini hari, 29 November 2017. 

Di Kabupaten Gunungkidul, sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan akses jalan ditutup. Sementara, di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, warga terisolasi akibat banjir. 

"Ada tujuh warga yang terisolasi. Mereka bertahan di atas rumah," ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono dihubungi pada Selasa malam, 28 November 2017. 

Ia mengatakan, BPBD dan SAR tengah mengirim pasukannya untuk mengevakuasi warga tersebut. Ia menyatakan, ketujuh orang itu terjebak banjir sejak Selasa siang. 

"Mereka merupakan warga RT 02/RW 04 Dusun Waru Klegung, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul. Akses jalan ke rumah mereka terputus karena genangan air," katanya. 

Ia mengatakan petugas cukup kesulitan mengevakuasi warga tersebut. Namun, petugas terus berupaya agar warga tersebut bisa berada di lokasi yang lebih aman. 

Catatan BPBD, banjir di Gunungkidul turut menggenangi fasilitas pendidikan, seperti 
SMK Pelayaran dan SMP 3 Saptosari. Sementara itu, diperkirakan ada sebanyak 513 KK di wilayah Gunungkidul terdampak banjir. 

Sementara itu, BPBD DIY juga mencatatkan banjir di wilayah Bantul dan Kulon Progo. Selain itu, ada pula 68 titik kejadian pohon tumbang dan longsor di sejumlah lokasi. Hingga kini, hujan di DIY dengan berbagai intensitas masih berlangsung. 


(RRN)