Mendes Larang Dana Desa Dipakai Mitigasi Bencana

Patricia Vicka    •    Senin, 27 Nov 2017 18:23 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjir
Mendes Larang Dana Desa Dipakai Mitigasi Bencana
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo saat menghadiri Rembug Desa Nasional di Bantul DIY, Senin, 27 November 2017. Foto: Metrotvnews.com / Patricia Vicka

Yogyakarta: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo melarang pemerintah desa menggunakan alokasi dana desa (ADD) untuk mitigasi kebencanaan. Dana desa tak boleh dipakai untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembangunan desa.

"ADD tidak dipakai untuk mengatasi bencana alam," tegas Eko usai menghadiri Rembug Desa Nasional di Bantul DIY, Senin, 27 November 2017.

Eko menyampaikan hal ini menyusul banyaknya bencana di Indonesia. Salah satunya erupsi Gunung Agung di Bali yang berdampak ke 26 desa.

Dana kebencanaan, kata dia, telah dipersiapkan kementerian dan lembaga yang bertugas pada penanganan kebencanaan. Walau demikian, dia tak melarang dana desa dipakai membangun infrastruktur atau fasilitas desa yang rusak usai bencana.

"Pasca pemulihan, ADD boleh dipergunakan untuk mempercepat roda perekonomian masyarakat desa terdampak letusan," pungkasnya.

Status Gunung Agung sudah meningkat dari siaga (level III) menjadi awas (level IV). Erupsi eksplosif dan dentuman terdengar hingga radius 12 kilometer dari Gunung Agung.

(Baca: Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi Tangani Gunung Agung)
 


(SUR)