Bupati Klaten Resmi Diganti

Mustholih    •    Senin, 27 Nov 2017 14:53 WIB
korupsi
Bupati Klaten Resmi Diganti
Plt Bupati Klaten Sri Mulyani bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 20 Maret 2017. Foto: Antara / Reno Esnir

Semarang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melantik Sri Mulyani sebagai Bupati Klaten hingga 2021. Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati tersebut resmi menggantikan jabatan Sri Hartini yang dipenjara karena tersangkut kasus korupsi jual beli jabatan.

Setelah dilantik, Ganjar Pranowo meminta Sri Mulyani segera melakukan penataan sistem pemerintahan Kabupaten Klaten. "(Sri Mulyani) harus menata kembali dasar-dasar tata kelola pemerintahan yang baik," kata Ganjar usai melakukan pelantikan di Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin, 27 November 2017.

Sri Mulyani juga harus mampu menurunkan angka kemiskinan di Klaten. Menurut Ganjar, salah satu cara menekan kemiskinan di Klaten adalah dengan membuat politik anggaran yang berpihak pada warga miskin.

(Baca: Bupati Klaten Obral Jabatan lewat 16 Perantara)

Menurut Ganjar, Sri Mulyani juga harus berani menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi dalam melakukan tata kelola pemerintahan Kabupaten Klaten. Tujuannya, untuk memastikan praktik jual beli jabatan tidak kembali terulang seperti di masa Sri Hartini.

"Kalau memastikan tentu tidak bisa. Yang bisa membangun semangat itu. Kami sampaikan, undang KPK untuk koordinasi, supervisi, dan pencegahan (korupsi). Mulai dari LHKPN, laporan dibuka, anggaran dibuka, dikasih kanal yang banyak sekali agar kontrol publik terbuka," tegas Ganjar.

(Klik: Harta Bupati Klaten Capai Rp35 M)

Ganjar menambahkan Sri Mulyani sudah meneken pakta integritas anti-korupsi dengan Pemerintahan Jateng. "Kita tinggal cek pelaksanaan," ungkap Ganjar.

Pelantikan Sri Mulyani sebagai Bupati Klaten dilaksanakan di Kantor Pemprov Jateng. Hadir dalam pelantikan tersebut, puluhan pejabat teras Kabupaten Klaten.

(Simak juga: Bupati Klaten Sri Hartini Divonis 11 Tahun Penjar)

Bupati Klaten Sri Mulyani berjanji bakal menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Klaten dengan transparan. Praktik jual beli jabatan diklaim bakal dibersihkan dari Klaten. "Insya allah semua transparan tidak ada nominal," jelas Sri Mulyani.
 


(SUR)