19 Persen Masyarakat DIY Sulit Mengakses Air Bersih

Patricia Vicka    •    Rabu, 12 Oct 2016 15:07 WIB
krisis air
19 Persen Masyarakat DIY Sulit Mengakses Air Bersih
Ilustrasi. Foto: Antara/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Persoalan sumber daya air di Daerah Istimewa Yogyakarta kini makin mengkhawatirkan. Sekitar 19 persen masyarakat Yogyakarta belum bisa mengakses air minum layak konsumsi.

Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada, Prof. Suratman, menjelaskan terdapat 33 kecamatan dan 92 desa di 4 kabupaten dan kota di DIY yang berpotensi kekeringan. 

Kabupaten Gunungkidul adalah wilayah paling berpotensi mengalami kekeringan. Sebanyak 15 Kecamatan dan 70 desa di Gunungkidul terancam kekeringan. Menyusul Bantul dengan 6 kecamatan dan 11 desa, Kulon Progo (5 kecamatan dan 5 desa), Kota Yoyakarta (5 kecamatan), dan Sleman (2 kecamatan dan 6 desa).

Menurutnya perlu adanya kesimbangan antara konservasi dengan penggunaan air agar sumber air bersih tetap terjaga. 

"Jadi, setiap ada pemakaian air di suatu tempat perlu juga ada konservasi jumlah yang sama dengan yang dipakai. Jadi, air tidak berkurang," kata dia dalam seminar Best Practice of Suitainable Water Resource Management based on Ecohydrology approach di Yogyakarta, Rabu (12/10/2016). 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPR ESDM) DIY, Rani Sjamsinarsih, menjelaskan masyarakat yang tak bisa mengakses air minum sebagian besar tinggal di daerah perbukitan dan pegunungan. 

"Wilayah mereka secara geografis memang tidak bisa dijangkau oleh PDAM. Sementara di sana tidak ada sumber mata air. Misalnya, di beberapa kecamatan di Gunungkidul," kata Rani.

Rani mengatakan pihaknya telah memetakan daerah-daerah kekeringan air. Daerah yang sulit mendapatkan air dan jauh dari sumber mata air akan dibatasi jumlah tempat permukiman. Akan dipasang pula pipa air minum yang disambungkan ke pipa PDAM terdekat. Sementara bagi wilayah yang sulit dijangkau pipa PDAM, air akan dibawa dengan menggunakan cara lain. 

"Pemda DIY pun telah membantu PADM Kota Yogyakarta untuk membuat pengolahan sumber air bersih baru yang diambil dari dari Sungai Progo. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di DIY terutama Kota Yogyakarta," kata pelaksana tugas Sekda DIY ini.

Pemerintah, kata dia, turut membentuk Paguyuban Air Minum Masyarakat Yogyakarta (PAM-MASKARTA) yang berfokus mengelola air minum pedesaan. Paguyuban ini berfungsi sebagai wakil masyarakat yang menggerakkan program-progam permasalahan air serta memberikan saran dan melaporkan segala permasalahan air pedesaan ke pemerintah.

"Misalnya ada kekeringan di suatu daerah, mereka yang memikirkan solusinya. Kami yang merumuskan solusi itu," kata dia.

Semisal, ada sumber mata air baru di suatu tempat, "mereka yang akan melaporkan pada kami. Paguyuban itu yang akan menggerakkan kelompok lainnya untuk mengatasi persoalan air." 


(UWA)