Korban Longsor Boja Belum Berani Kembali ke Rumah

Iswahyudi    •    Senin, 21 Nov 2016 16:25 WIB
longsor
Korban Longsor Boja Belum Berani Kembali ke Rumah
Rumah di bibir tebing longsor usai hujan mengguyur wilayah itu selama dua hari. Hingga kini warga mengaku belum menerima bantuan. (Metrotvnews.com/Iswahyudi)

Metrotvnews.com, Kendal: Pemilik tiga rumah di Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah belum berani kembali ke rumah mereka. Pasalnya, mereka takut terjadi longsor susulan, apalagi saat ini masih sering turun hujan.

Tiga rumah itu berada di RT 2 RW 7 Desa Ngabean. Bagian belakang rumah milik Marjuki, Jamian, dan Sri Wahyuni merupakan tebing yang cukup curam. "Takut kalau longsor lagi," kata Marjuki, Senin (21/11/2016). 

Baca: Dua Hari Hujan, Tiga Rumah di Kendal Longsor

Selain berdiri di bibir tebing, bangunan talut dan pondasinya juga tidak kuat. Tiga rumah itu longsor pada Kamis (10/11/2016). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, para penghuni tak berani lagi tinggal di rumah itu. 

Marjuki berharap secepatnya mendapatkan bantuan bahan bangunan atau uang. Saat ini baru menerima bantuan berupa sembako, peralatan dapur dan pakaian, serta karung pasir. “Bantuan karung pasir juga masih kurang,” kata Marjuki.

Demikian pula Sri Wahyuni, berharap ada bantuan dana untuk biaya perbaikan pondasi yang terkena longsor. Pasalnya, untuk memperbaiki pondasi rumah dan talut memerlukan biaya cukup besar.

Pendapatannya dari uang pensiun dirasa tidak cukup untuk memperbaiki talut dan pondasi yang longsor. “Saya tidak bekerja, untuk kebutuhan sehari-hari hanya dari uang pensiun,” kata Wahyuni.

Baca: 130 Desa di Kendal Rawan Banjir dan Longsor

Kepala Pelaksana BPBD Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan, bagi korban rumah longsor bisa mendapatkan bantuan dana, tapi tidak bisa langsung, karena harus melalui proses. “Bantuan untuk perbaikan rumah itu ada, tapi ada prosesnya, tidak seperti bantuan berupa natura,” jelas Sigit.


(SAN)