Daerah Bingung Susun Anggaran Pengganti UN

Patricia Vicka    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:26 WIB
ujian nasional
Daerah Bingung Susun Anggaran Pengganti UN
Ilustrasi: Peserta ujian yang berasal dari berbagai kalangan dan usia mengikuti uijian nasional penyetaraan Paket A di Jakarta. (Ant/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu keputusan resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal moratorium ujian nasional. 

Kendati begitu, Dinas Pendidikan di dua daerah itu justru khawatir soal susunan anggaran. Sebab, bila moratorium UN diberlakukan, mau tidak mau harus menyusun ulang anggaran.

Seperti dikatakan Kepala Disdikpora Pemkab Sleman, Arif Haryono. Disdikpora, kata Arif, sudah menyiapkan anggaran pelaksanaan UN 2017 sebesar Rp1,4 miliar untuk tingkat SD dan SMP sederajat. Anggaran itu akan digunakan untuk kegiatan pelatihan dan penyusunan soal uji coba UN.

Baca: Yogya Belum Siap Moratorium UN 2017

Namun, anggaran perlu disusun ulang bila nantinya moratorium UN diberlakukan. Sebab, kata dia, perlu penyusunan naskah soal pengganti UN.

"Untuk penyusunan naskah soal kami siap. Tapi perlu pengadaan lagi. Perlu perhitungan anggaran lagi," tutur Arif di Sleman Yogyakarta, Selasa (29/11/2016).

Dia lebih setuju UN tetap diadakan. Sebab UN memacu guru untuk mengajar dan memberi materi. Juga memacu siswa untuk belajar. Selain itu UN sekarang digunakan untuk pemetaan kemampuan siswa di seluruh Sleman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Eddy Heri Suasana mengatakan ada dua kemungkinan terkait anggaran untuk ujian pengganti UN.

Pertama, Disdik mendapatkan anggaran dari Kemendikbud yang berasal dari Dipa (daftar isian penggunaan anggaran) UN 2017. "Saya rasa masih memungkinkan dana itu ditransfer ke daerah sebelum pelaksanaan ujian pengganti UN 2017," jelas Eddy di kantornya, di Jalan Hayam Wuruk, Danurejan, Kota Yogyakarta.

Baca: Pelaksana UN SMA diserahkan ke Pemda

Kemungkinan kedua adalah menggunakan anggaran persiapan UN 2017 yang sudah ada. Namun ia enggan menyebutkan besaran anggaran yang dipersiapakan Pemkot untuk UN.

Dia tak masalah jika UN dihapus dan siap untuk menyusun ujian pengganti UN standar daerah. Sebab Kota Yogyakarta memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan mumpuni untuk membuat soal ujian.


(SAN)