Wali Kota: Solo Tidak Butuh Go-Jek

Pythag Kurniati    •    Rabu, 15 Mar 2017 15:45 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Wali Kota: Solo Tidak Butuh Go-Jek
Bentrok pengemudi Go-Jek dengan sopir taksi dan ojek pangkalan di depan Balai Kota Solo, Jateng, Rabu, 15 Maret 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Bentrok antara pengemudi Go-Jek dengan sopir taksi dan ojek pangkalan sudah diprediksi oleh Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo. 

"Apa saya bilang. Sebelumnya Bandung dan Tangerang. Saya khawatir merembet ke Solo, eh malah terjadi," ungkap Rudy, Rabu, 15 Maret 2017.

Rudy kembali menegaskan, pemkot telah lama menolak kehadiran Go-Jek di Kota Solo. "Sejak awal kami menolak Go-Jek. Solo yang hanya 44 kilometer persegi tidak butuh Go-Jek," ujar Rudy.

Ia melanjutkan, keberadaan Go-Jek menyalahi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sebagai jalan tengah, Pemkot Solo meminta Go-Jek beralih ke jasa antar makanan.

"Izin Go-Jek tidak di Solo, jadi jangan ambil penumpang di Solo. Kalau mau di Solo, jadi jasa antar makanan saja," kata dia.

Kesekian kalinya, Rudy mendesak pemerintah pusat merevisi peraturan mengenai Go-Jek. "Saya sudah berkali-kali meminta Presiden Jokowi meninjau 'restu' beroperasiannya Go-Jek atau transportasi sistem daring lainnya," tegas Rudy.

Ia mengkhawatirkan, konflik horizontal kembali terjadi jika pemerintah pusat tak segera mengambil langkah tegas. 

Sementara Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo meminta Go-Jek, ojek pangkalan, dan taksi konvensional menahan diri serta tidak berbuat anarki. "Kami akan intensifkan pengawasan. Supaya bentrok hari ini tidak diikuti keributan-keributan lainnya," tutup dia.

Pagi tadi, keributan antara pengemudi Go-Jek dengan sopir taksi dan ojek pangkalan pecah di Solo. Kisruh berawal dari pengusiran Go-Jek di Stasiun Purwosari. Kericuhan merembet ke depan Balai Kota Solo saat sopir transportasi konvensional beraksi di sana. Para pengemudi Go-Jek mendatangi para sopir transportasi konvensional di depan balai kota.


(SAN)