Wisatawan Diminta Waspada Gelombang Tinggi Pantai Selatan

Patricia Vicka    •    Sabtu, 26 Nov 2016 16:08 WIB
cuaca buruk
Wisatawan Diminta Waspada Gelombang Tinggi Pantai Selatan
Ilustrasi. Foto: Antara/Saiful Bahri

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wisatawan yang hendak berlibur ke pantai selatan diminta waspada pada gelombang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mempredikasi gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter akan muncul di seluruh pantai selatan Yogyakarta selama musim hujan berlangsung.

Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG DIY Joko Budiono memprediksi musim hujan tahun ini lebih panjang dari tahun lalu dan berakhir di awal April. Diperkirakan satu minggu ke depan sebagian besar wilayah DIY akan diguyur hujan cujup tinggi, angin kencang, dan petir. 

Kondisi ini akan terus berlangsung selama musim hujan dan mencapai puncaknya di pertengahan Januari hingga Febuari 2017.

"Masyarakat di pantai selatan sudah diminta meningkatkan kewaspadaan potensi bencana," ujarnya saat diskusi bersama wartawan di DPRD DIY, Sabtu (26/11/2016).

Daerah yang akan terjadi hujan lebat dan angin kencang dalam satu minggu ke depan ada di Kabupaten Sleman meliputi Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Nganglik, Ngemplak, Kalasan, dan Depok. 
Di Kabupaten Kulon Progo ada di kecamatan Sami Galuh dan Tulang Bawang. Sementara di Kabupaten Bantul ada di Kecamatan Kasihan, Sewon, Bangun Tapan, dan Piyungan.  Sedangkan di Gunung Kidul ada di Kecamatan Rongkop,  Ponjong, dan Semanu. 

"Kota Yogyakarta seluruh wilayahnya bercurah hujan tinggi. Hujan lebat bisa 20 mili per jam dengan kecepatan angin 25 knot per jam. Hujan lebat dan angin kencang berpotensi menimbulkan pohon tumbang dan banjir," kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Saryanto mengklaim adanya gelombang tinggi di pantai selatan tak mengganggu aktivitas pariwisata di seluruh Pantai Selatan. Menurutnya, pantai selatan tetap dipadati wisatawan dalam dan luar negeri, terutama di hari libur. 

"Wisata gua juga tidak terganggu. Gua tidak kebanjiran. Karena sumber air dalam gua bukan dari air hujan," kata Joko.

Hujan deras hanya menyebabkan salah satu obyek wisata, yakni Kali Suci, di Semanu, ditutup karena arus air yang deras. Namun, penutupan ini bersifat sementara dan disesuaikan dengan curah hujan.



(UWA)