Pemilik Klinik Naroopet Sudah Tempuh Jalur Damai Sebelum Lapor Polisi

Patricia Vicka    •    Rabu, 02 Nov 2016 18:23 WIB
pencemaran nama baik
Pemilik Klinik Naroopet Sudah Tempuh Jalur Damai Sebelum Lapor Polisi
Fatkhur menunjukkan status Facebook yang menjerat dirinya, di kantor LBH jalan Ngeksigondo Yogyakarta, Rabu (2/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemilik Klinik hewan Naroopet, Sri Dewi Syamsuri, mengaku sudah menempuh jalur damai sebelum melaporkan Fatkhurrohman, 26, ke Polda DIY. 

Dewi menjelaskan di awal pertemuan, mata kucing yang dibawa Fathur sudah sakit dan nampak sedikit bengkak. Kemudian dokter hewan di klinik segera memeriksa dan memberikan beberapa opsi penanganan. 

"Salah satu solusinya adalah bulu matanya digunting. Dan Fathur sudah setuju," jelas Dewi, saat dihubungi, di Yogyakarta, Rabu (2/11/2016).

Dewi melaporkan Fathur atas tuduhan pencemaran nama baik. Musababnya, pemuda asal Bantul ini menuliskan keluh kesah di dinding Facebook miliknya. Fathur menuding Klinik Noorpet melakukan malapraktik sehingga menyebabkan kucing milik temannya mati. Fathur juga sempat mengancam akan melapor ke Polda. 

"Sorenya dia datang ke klinik kami dan minta maaf. Ada saya di situ dan dokter hewan klinik. Kami berikan kesempatan Fathur untuk membawa kucingnya kembali untuk diobati dokter hewan. Kami anggap masalah clear," paparnya.

Baca: Sudah Kucing Kesayangannya Mati, Pria Ini Terancam Dibui

Namun, setahun kemudian, tiba-tiba Fathur mem-posting kembali keluhannya dan secara jelas menuding dokter klinik melakukan malapraktik dan menghina Dewi sebagai orang gila. Dewi pun mendatangi indekos Fathur untuk mengklarifiaksi masalah tersebut. Keduanya pun sempat cekcok dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini ke Polda DIY.

"Kami sepakat ke Polda DIY. Tapi saya tunggu dia ga datang-datang. dan saya pun melaporkan dia. Karena dia sudah menghakimi dokter melakukan malapraktik, padahal tidak ada bukti," ujarnya.

Hingga kini Dewi masih membuka pintu maaf dengan cara kekeluargaan. Namun, ia tidak bisa mencabut laporan karena sudah masuk ke kejaksaan.


(UWA)