NasDem Gabung PDI P & PKB di Pilkada Kota Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 19 Sep 2016 13:50 WIB
pilkada
NasDem Gabung PDI P & PKB di Pilkada Kota Yogyakarta
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Partai NasDem memutuskan bergabung bersama PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di pemilihan kepala daerah Kota Yogyakarta 2017. Partai NasDem disebut telah mencapai kesepakatan koalisi dan bakal diajukan ke pengurus pusat.

Ketua DPD NasDem DIY, Subardi, mengatakan partainya telah melakukan survei dan penjajakan sebelum memutuskan untuk mendukung pasangan yang dicalonkan PDI Perjuangan.

"Kebetulan kami (NasDem dan PDI Perjuangan) kan memiliki hubungan baik. Apa yang kami sepakati akan disampaikan ke pengurus pusat atau DPP. DPP (NasDem) sudah memberikan lampu hijau," ujar Subardi di Yogyakarta, Senin (19/9/2016).

Subardi mengatakan untuk nama calon wali kota dan wakil wali kota yang bakal diusung akan dikomunikasikan. Jika terjadi kesepakatan, lanjut Subardi, pihaknya bakal kembali mengajukan rekomendasi ke DPP NasDem.

Partai NasDem dan PKB hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Yogyakarta, sementara PDI Perjuangan menguasai 15 kursi dari 40 kursi yang ada di dewan. Syarat partai politik bisa mengusung calon kepala daerah yakni memiliki 20 persen (8 kursi) dukungan kursi di DPRD. Artinya, jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk PDI Perjuangan, PKB, dan NasDem mengusung calon kepala daerah.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardianto, mengutarakan koalisi yang dijalin dengan NasDem dan PKB merupakan lanjutan dari kerekatan di tingkat pusat. Menurut dia, koalisi yang dilakukan di daerah sebagai bentuk pembaruan. 

"Untuk nama (bakal calon wali kota-wakil wali kota) sudah mengerucut. Besok (20 September) kami akan menerima rekomendasi dari pusat," ujar Fokki.

Nama yang santer diusung koalisi ini adalah mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Imam Priyono. Namun, Fokki enggan menyebut siapa yang bakal mendampingi Imam. "Nama yang akan diusung tak jauh dari nama yang beredar. Kita tunggu saja rekomendasi dari DPP," kata dia.

Pergulatan jelang pilkada di Kota Yogyakarta sempat ramai dengan munculnya pasangan calon independen. Pasangan pertama yakni Garin Nugroho-Rommy Heryanto. Pasangan yang diusung gerakan Jogja Independen (Joint) tersebut gagal maju karena tak bisa memenuhi jumlah KTP dukungan. Pasangan ini mendapat KTP dukungan kurang dari 4 ribu.

Pasangan independen kedua, Arif Nurcahyo (Yoyok)-Aki Adhisakti. Dalam perjalanannya, Aki meninggal karena sakit dan digantikan istrinya, Laretna Trisnantari Adhisakti. Yoyok-Laretna pun gagal maju karena dukungan KTP tak memenuhi persyaratan dari KPU.

 


(UWA)