Pabrik Jamu Ilegal di Semarang Dibongkar

Liliek Dharmawan    •    Selasa, 20 Sep 2016 14:56 WIB
jamu ilegal
Pabrik Jamu Ilegal di Semarang Dibongkar
Ilustrasi. Foto: Antara/Lucky R.

Metrotvnews.com, Semarang: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek pabrik pembuat jamu ilegal di Desa Adisana, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa 20 September 2016. BBPOM juga merazia toko di Kemranjen, Banyumas, yang menjual produk jamu buatan pabrik itu.

Kepala BBPOM Semarang Endang Pudjiwati mengatakan pembongkaran pabrik jamu ilegal tersebut bermula dari pengawasan di lapangan. 

"Kami menemukan adanya jamu yang dipasarkan namun tidak memiliki izin. Setelah diselidiki, kami menemukan pabrik yang berlokasi di Desa Adisana ini. Selain itu, ada toko yang dipakai untuk menjual serta menyetok bahan kimia obat (BKO)," kata Endang di sela-sela penyitaan jamu ilegal dan peralatannya.

Di pabrik pembuatan jamu ilegal tersebut, petugas BPPOM menyita berbagai jenis jamu BKO berbagai merek, di antaranya Amuralin yang merupakan jamu sakit gigi, asam urat, pegel linu, chikungunya, dan nyeri tulang. Kemudian ragel yang merupakan jamu asam urat, serta Kuda Liar Sumbawa yang disebut sebagai jamu kesehatan pria dan wanita.

"Beragam jenis jamu yang kami sita tersebut ternyata mengandung BKO. Kami masih mendata berapa jumlahnya dan mereknya apa saja. Belum rampung," katanya.

BBPOM juga menyita empat unit alat pembuatan jamu tradisional. Sedangkan untuk jenis-jenis BKO yang ditemukan di antaranya adalah amoxilin, asamat mefenamat, antalgin serta jenis-jenis obat keras lainnya. 

"Jenisnya kapsul dan serbuk, seluruhnya kami sita untuk dibawa ke Semarang. Tersangkanya adalah S, warga Purwokerto. Kami nanti akan memeriksa yang bersangkutan," ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, pabrik yang berada di tengah permukiman penduduk ini beroperasi sejak setahun silam. "Kami bakal menjerat dengan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumnya maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar," ┬Łujar Endang.

Ketua RT 03/RW 10 Desa Adisana, Saiman, mengaku tidak tahu dengan aktivitas di dalam pabrik. "Saya tahunya ada rumah yang digunakan untuk aktivitas, tetapi tidak tahu kalau itu produksi jamu. Sebab, aktivitas baru dimulai malam hari," kata dia.



(UWA)