Pusat Diminta Perhatikan Keraton

Pythag Kurniati    •    Senin, 03 Oct 2016 09:41 WIB
keraton
Pusat Diminta Perhatikan Keraton
Menko PMK Puan Maharani dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat kirab satu suro di Pura Mangkunegaran. Kirab berlangsung Minggu malam hingga Senin (3/10/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Tradisi-tradisi keraton dinilai kurang berjalan maksimal. Kurangnya dukungan dana dari pemerintah membuat keraton tidak optimal menjalankan denyut nadi budaya.

Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat memperhatikan keraton. Perhatian tersebut, ujarnya, dapat diberikan dari sisi dukungan bagi tradisi-tradisi hingga operasional dan kesejahteraan para abdi dalem.

"Saya minta pemerintah pusat memperhatikan keraton. Di Solo ada dua keraton, yakni Kasunanan dan Mangkunegaran," ujarnya usai mengikuti kirab satu suro di Pura Mangkunegaran, Senin dini hari (3/10/2016).

Rudy, demikian ia biasa disapa melanjutkan, tanpa dukungan pemerintah pusat, tradisi-tradisi keraton tidak akan berlangsung dengan maksimal. Tradisi yang dilakukan keraton seperti kirab satu suro, lanjutnya, mengandung filosofi mendalam, menarik untuk dikembangkan.

Selama ini, katanya, pemerintah pusat belum menganggarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk tradisi keraton serta kesejahteraan abdi dalem keraton. “Padahal abdi dalem juga yang menghidupkan keraton,” kata Rudy.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan kedatangannya dalam kirab satu suro di Pura Mangkunegaran merupakan salah satu bentuk dukungan.

Puan mengungkakan renovasi-renovasi di beberapa keraton saat ini berjalan dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sedangkan mengenai kesejahteraan abdi dalem keraton, tidak menutup kemungkinan pemerintah pusat akan memberikan bantuan dan dukungan.

"Kalau itu, saya harus berkoordinasi dulu dengan pemerintah kota untuk melihat bagaimana kondisinya. Jika memang syarat-syarat memenuhi, tentu tidak menutup kemungkinan," pungkasnya.


(SAN)