Ketegaran dan Kepatuhan Ahok Patut Dicontoh

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 25 Jan 2019 16:10 WIB
basuki tjahaja purnamaBTP
Ketegaran dan Kepatuhan Ahok Patut Dicontoh
Tokoh senior Muhammadiyah Syafii Maarif. MI/Rommy Pujianto

Yogyakarta: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menyelesaikan masa tahanannya pada Kamis, 24 Januari 2019. BTP alias Ahok menjadi terpidana kasus penodaan agama dan dipenjara sekitar 21 bulan.

Tokoh senior Muhammadiyah, Syafii Maarif, menyambut baik kebebasan BTP yang patuh dan taat ke seluruh proses hukum. Kebebasan itu sudah pantas didapat mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Dia sudah mengikuti hukumnya sudah bagus. Sangat bagus ya," kata Buya di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat, 25 Januari 2019.

Buya Syafii sejak awal yakin BTP tidak melakukan penodaan agama. Namun, belakangan BTP dilaporkan, disidangkan, dan divonis bersalah.

Di sisi lain, Buya mendapatkan perundungan karena pendapatnya.  Buya tetap memuji sikap BTP dan menilai langkahnya mesti ditiru.

"Saya di-bully akibat menganggap Ahok tak melakukan penodaan agama). Tapi beliau (BTP) orang yang tegar. Patut dicontoh," ujar Buya.

Buya berharap BTP tetap bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, ia meminta BTP lebih berhati-hati dalam berbicara.

"Harapannya dia turut memikirkan bangsa ini. Tapi katanya mau bergerak bisnis ya. Dia seorang pekerja yang luar biasa dan dia sudah janji lidahnya harus dijaga,” ungkapnya.


(SUR)