1.408 Kecelakaan Kerja Terjadi di Jateng di 2018

Budi Arista Romadhoni    •    Selasa, 29 Jan 2019 11:52 WIB
kecelakaan kerja
1.408 Kecelakaan Kerja Terjadi di Jateng di 2018
Para pekerja mempraktekan standar keselamatan kerja di Lapangan Pancasila Semarang, Selasa 29 Januari 2019. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Semarang: Insiden kecelakaan kerja di Jawa Tengah sepanjang 2018 berjumlah 1.468 kasus. Angka kecelakaan kerja ini turung sekitar 48 persen ketimbang 2017 yang mencapai 3.083 kasus.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang mengatakan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) penting dijaga dalam semua pekerjaan. Penurunan angka kecelakaan kerja ini tak boleh membuat pemerintah dan pengusaha puas.

Wika mengungkapkan, penurunan angka kecelakaan kerja tersebut karena kesadaran K3 sudah mulai terbangun. Perusahaan kini berlomba menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera serta terbebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

"Budaya K3 akan terus kami gerakkan baik kepada para pekerja, asosiasi buruh, pengusaha, manajemen perusahaan dan masyarakat. Semua harus terlibat dan bertanggung jawab untuk mendorong terwujudnya budaya K3 ini," kata dia  usai menggelar Apel K3 di Lapangan Pancasila, Semarang, Selasa, 29 Januari 2019.

Kecelakaan kerja tidak hanya saat pegawai bekerja. Sering juga terjadi kecelakaan di jalan raya, saat berangkat kerja atau pulang dari bekerja.

Dia menyebut rata-rata kecelakaan kerja terjadi di jalan. Seluruh perusahaan diperintahkan mengikutsertakan pekerjanya  ke BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. 

"Ini penting ya, jika terjadi kecelakaan, istri dan anaknya yang di rumah mendapatkan santunan," jelasnya.

Ia tidak akan segan untuk memberikan sanksi, kepada perusahaan yang tidak menjamin asuransi kesehatan maupun kecelakaan saat bekerja.

"Yang tidak memberikan fasilitas itu akan mendapatkan sanksi, pekerja baru harus mendapatkan jaminan ketenagakerjaan  tersebut," bebernya.
 


(SUR)