Pengemis di Kota Tegal Digelandang

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 07 Nov 2018 22:06 WIB
razia
Pengemis di Kota Tegal Digelandang
Satpol PP menertibkan pengemis yang beroperasi di perempatan Kota Tegal, Jawa Tengah. Medcom.id /Kuntoro Tayubi

Tegal: Sebanyak 23 Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) terjaring razia Dinas Sosial Kota Tegal, Jawa Tengah, bersama Satpol PP dan Polrea Tegal Kota, Rabu petang, 7 November 2018. Mereka terjaring di beberapa lokasi sekitar jalan-jalan protokol Kota Tegal.

"Mereka didata dan diberikan pembinaan Agar tidak melakukan hal serupa. Mereka diminta berjanji untuk tidak kembali lagi," kata Kepala Seksi Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Tegal Budi Santosa.

Dinas Sosial rutin menggelar razia PGOT. Budi menyampaikan saat ini yang menjadi perhatian adalah pengemis dan pengamen di beberapa lampu merah di jalan-jalan protokol, selain gelandangan dan orang-orang gila.

Razia dilakukan untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakat, selain ketertiban dan keamanan.
Dinsos Kota Tegal akan melakukan penanganan khusus kepada mereka-mereka yang berulang kali terjaring razia.

Kegiatan sejenis akan secara rutin dilaksanakan agar minimal bisa menekan jumlah pengemis dan pengamen. Sehingga kondisi Kota Tegal bisa tertib dan nyaman bagi masyarakat pada umumnya.

"Razia PGOT ini juga karena banyak laporan warga yang merasa tidak nyaman atas keberadaan mereka. Untuk itu kami akan terus melakukan kegiatan (razia) ini," kata Budi.

Banyaknya PGOT yang tersebar di beberapa titik Kota Tegal membuat kenyamanan warga terganggu. Terutama juga pengguna jalan.

Seorang pengendara, Farid, 30, mengaku tidak nyaman jika berhenti di setiap perempatan lampu merah. Karena hampir semua perempatan tersebut terdapat pengamen dan pengemis.

"Hampir semuanya ada pengamen angklung atau pengemis yang membawa anak kecil," ujarnya.

Ia berharap Pemkot Tegal menertibkan mereka pengamen. Karena selain membahayakan pengguna jalan, mereka juga rawan tertabrak.


 


(SUR)