Tugas Besar Menunggu Pemimpin DIY

Patricia Vicka    •    Selasa, 10 Oct 2017 11:39 WIB
pelantikan gubernuryogyakarta
Tugas Besar Menunggu Pemimpin DIY
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X. Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Presiden Jokowi akan melantik Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur, Paku Alam X, di Istana Negara sore ini. Keduanya kembali bakal memimpin untuk periode 2017-2022. Sejumlah pekerjaan rumah berat siap menanti keduanya.

Pengurangan kemiskinan serta mempersempit jurang kesenjangan sosial beberapa tugas utama yang harus segera diselesaikan. Angka kemiskinan di DIY saat ini mencapai 13,02%. Sementara kesenjangan sosial, (gini ratio) mencapai 0,43.

Diperlukan solusi kebijakan pemerintah daerah yang cepat dan tepat untuk bisa mengatasinya. "Sehingga harapannya dalam dua tahun ke depan, keduanya bisa menurunkan gini ratio di bawah rata-rata nasional," ujar Ketua komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, di Yogyakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Penciptaan lapangan kerja dan pembangunan yang merata ke seluruh wilayah DIY diharapkan juga jadi prioritas. Dari sisi ekonomi, pelaku UMKM diharapkan bisa lebih mudah mengakses modal.

Pemimpin DIY yang bakal kembali dilantik juga diharapkan meningkatkan upah minimum. Selain itu, diperlukan perencanaan pembangunan yang berkesinambungan dan bersinergi antarkabupaten/kota.

Dari sisi budaya, membangun karakter budaya dan kearifan lokal pada generasi muda jadi pekerjaan rumah nan menanti.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto mengatakan nilai budaya adiluhung Jawa mulai pudar pada generasi muda. Ia kerap mendapatkan keluhan dari para guru soal kesopanan dan tata krama siswa-siswanya yang sudah terkikis.

Kedua pemimpin ini diharapkan bisa menghidupkan kembali kebudayaan pada karakter manusia Yogja bukan hanya pada bangunan fisik dan event-event kebudayaan semata. "Saya rasa Keraton Ngayogyakata dan Kadipaten Paku Alaman bisa lebih berperan lagi membantu pemerintah untuk menumbuhkan karakter manusia yang sesuai budaya adiluhung Jawa," pungkas pria yang akrab disapa Inung ini.

Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Sri Paduka Pakualaman X telah ditetapkan kembali menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Keduanya ditetapkan kembali dan bukan dipilih, sesuai dengan Undang- Undang Keistimewaan Tahun 2012.


(SUR)