DAK Fisik DIY Turun Rp39 Miliar

Patricia Vicka    •    Kamis, 14 Dec 2017 16:06 WIB
apbd
DAK Fisik DIY Turun Rp39 Miliar
Ilustrasi

Yogyakarta: Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan fisik Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2018 turun Rp63 miliar. Pemotongan terbanyak terjadi pada sektor pendidikan, yakni Rp39 miliar.

DAK DIY 2018 hanya Rp34 miliar hingga Rp40 miliar. Padahal, dibutuhkan dana Rp75 miliar hingga Rp80 miliar untuk pembangunan fisik selama 2018.

"Kami masih menunggu penjelasan detail dari pemerintah pusat terkait alasan penurunan DAK tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Rabu, 13 Desember 2017.

Baskara menjelaskan, anggaran yang diajukan rencananya untuk rehabilitasi dan membeli peralatan bagi 40 sekolah. Pihaknya terpaksa putar otak mencari pos dan anggaran lain untuk menutupi kekurangan dana.

"Kami akan upayakan (kekurangannya), apakah dengan dana perubahan atau coba diusulkan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," terang Baskara.

Selain itu, lanjut Baskara, pihaknya tengah mencermati ulang dan menyusun skala prioritas sekolah yang didahulukan untuk diperbaiki secara fisik. Sekolah yang bangunannya rusak parah, ruang kelas kurang ,dan berada di lokasi rawan bencana akan diutamakan untuk rehabilitasi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) DIY Bambang Wisnu Handoyo menjelaskan DAK pembangunan fisik yang disalurkan ke DIY pada 2018 hanya Rp63,78 miliar. Padahal, pada 2017 Pemda Yogyakarta mendapatkan Rp127 miliar.

"DAK fisik tahun ini berkurang Rp63 miliar. Buat kami tidak masalah dan tidak mengganggu jalannya kegiatan pemda, karena masih ada sumber anggaran lain," ucap pria yang akrab disapa BWH ini.

Sebaliknya, DAK non-fisik yang dikucurkan 2018 naik Rp9,3 miliar dibandingkan 2017. DAK non-fisik pada 2017 Rp873 miliar, naik menjadi Rp882 miliar pada 2018.

Sektor yang mengalami pengurangan terbesar pada DAK fisik adalah pendidikan sebesar Rp39 miliar, pekerjaan umum untuk pembangunan jalan dan jembatan sebanyak Rp7 miliar, serta bidang kesehatansenilai Rp1 miliar.


(NIN)