MLKI Belum Dibentuk di Jepara

Rhobi Shani    •    Selasa, 14 Nov 2017 17:15 WIB
penghayat kepercayaan
MLKI Belum Dibentuk di Jepara
Sidang pengujian Undang Undang Administrasi Kependudukan di Mahkamah Konstitusi Jakarta terkait keberadaan penghayat kepercayaan, 23 Januari 2017, Ant - Widodo S Jusuf

Jepara: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jendral Kebudayaan mewadahi penghayat melalui Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI). Tapi sampai saat ini, MLKI di Jepara belum terbentuk.
 
Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Ida Lestari menyampaikan, wacana pembentukan MLKI sudah lama disampaikan pihaknya. Hanya saja, sampai saat ini para penghayat di Jepara belum satu suara bersedia diwadahi dalam MLKI.
 
“Beberapa sudah mendesak untuk segera dibentuk, tapi masih ada yang belum mau bergabung dengan berbagai alasan,” ujar Ida, Selasa 14 November 2017.


Kegiatan sarasehan penghayat yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara. Foto/Robi
 
Ida bilang, jika MLKI sudah terbentuk, maka penghayat akan lebih mudah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Itu seperti pengajaran penghayat pada mata pelajaran agama di sekolah. Selain itu, MLKI juga bisa menyiapkan tenaga pengajar penghayat.
 
Terpisah, budayawan Jepara Amin Ayahudi menyampaikan, sampai saat ini penghayat di Jepara belum mendapatkan hak-haknya seperti yang tertuang dalam Permendikbud. Contohnya, pengajaran aliran kepercayaan di sekolah.
 
“Sampai sekarang belum ada kurikulumnya, perangkat pembelajarannya, dan gurunya,” kata Amin.

(ALB)