Tarif Cukai Rokok Naik, Buruh Jadi Lebih Miskin

Rhobi Shani    •    Senin, 03 Oct 2016 18:33 WIB
cukai tembakau
Tarif Cukai Rokok Naik, Buruh Jadi Lebih Miskin
Buruh menjemur tembakau di Semarang, Ant - Aditya Pradana Putra

Metrotvnews.com, Kudus: Rencana pemerintah menaikkan tarif cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok pada 2017 dapat menjadikan buruh lebih miskin. Sebab kebijakan pemerintah tak berpihak pada stakeholder industri hasil tembakau (IHT).
 
Koordinator Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kudus Slamet Machmudi menyampaikan Kementerian Keuangan RI mengumumkan kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok untuk 2017. Pemerintah juga menargetkan penerimaan cukai rokok sebesar Rp149,8 triliun.
 
2017, kenaikan rokok jenis Sigaret Kretek Putih (SPM) sebesar 13,46 persen. Sedangkan untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan III B nol persen. Selain kenaikan tarif, juga kenaikan harga jual eceran (HJE) dengan rata-rata sebesar 12,26 persen.
 
"Kenaikan tarif cukai dan HJE seakan sudah menjadi tren tahunan pemerintah. Faktanya harga rokok terus naik dengan harapan dijauhi masyarakat," ujar Machmudi di Kudus, Senin (3/10/2016).
 
Padahal, Slamet melanjutkan, target penerimaan negara dari cukai rokok terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, kondisi itu tak diimbangi pemerintah dengan memerhatikan sektor IHT. Peningkatan kesejahteraan para buruh dan petani tembakau tak diperhatikan.
 
"IHT dan berbagai pihak terkait seakan hanya menjadi sapi perah dalam rangka memenuhi target pemasukan negara," kata Machmudi.

Menurut Machmudi, penerimaan negara yang besar dari cukai rokok semestinya berdampak pada keberlangsungan stakeholder IHT. Upaya mengerdilkan IHT seharusnya tidak diberlakukan pula terhadap para buruh dan petani tembakau.
 
"Imej negatif rokok yang dibangun pemerintah mengikutsertakan buruh dan petani tembakau menjadi komunitas yang cenderung diabaikan," sesal Machmudi.

Kemiskinan petani dan buruh rokok, ditambahkan Machmudi, merupakan imbas dari kampanye dampak rokok yang digembor-gemborkan pemerintah. Penerapan tarif cukai dan HJE tinggi selalu dikaitkan dengan penanggulangan dampak negatif tembakau.
 
“Padahal kontribusi sektor rokok sangat besar bagi pemerintah,” pungkas Machmudi.


(RRN)