Belasan Menara Telekomunikasi di Tegal Bakal Disegel

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 06 Oct 2016 16:45 WIB
menara telekomunikasi
Belasan Menara Telekomunikasi di Tegal Bakal Disegel
Sejumlah petugas Satpol PP Pemkab Tegal menyegel sebuah menara telekomunikasi di wilayah Kelurahan Slawi Kulon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bakal menyegel 16 menara telekomunikasi (Base Transceiver Station/BTS) tanpa izin. Satu menara sudah disegel dan dihentikan operasionalnya.

Kepala Satpol PP Pemkab Tegal Zaenal Arifin, mengatakan, menara ilegal itu tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal. Di Kecamatan Slawi, ada dua titik, yakni di sekitar Mako Brigif 4 Dewa Ratna.

Lalu, Kecamatan Adiwerna juga dua titik, yakni di Desa Pesarean dan Desa Lumingser. Sedangkan di Kecamatan Dukuhturi hanya satu titik, yakni di Desa Debong Wetan.

Empat titik lainnya ada di Desa Dukuh Jati Kidul dan Desa Kendal Serut, Kecamatan Pangkah; dan  Desa Kaligayam dan Desa Cangkring, Kecamatan Talang. 

Begitu pula di Kecamatan Kramat ada dua titik, yakni di Desa Bongkok dan Desa Mejasem Timur.

Tiga BTS tanpa izin juga ditemukan di Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari; Desa Taman Sari, Kecamatan Jatinegara; dan Desa Sindang, Kecamatan Dukuhwaru.

"Kalau di Kecamatan Lebaksiu ada dua titik, yaitu di Desa Pendawa dan Desa Lebaksiu," kata Zaenal, Kamis (6/10/2016).  

Dari jumlah itu, baru satu menara yang sudah disegel. Menara itu berada di wilayah Kelurahan Slawi Kulon, Kecamatan Slawi. Saat penyegelan berlangsung, tidak ada perlawanan dari pemilik menara.

Penyegelan itu dilakukan setelah sebelumnya mendapat laporan dari warga dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) bahwa menara tersebut belum berizin.

"Tadi sudah kami segel atau diberhentikan sementara. Setelah izinnya keluar, baru akan dibuka kembali," tegasnya.

Sebelum melakukan penyegelan, lebih dulu melayangkan surat kepada pemilik menara. Surat teguran sudah dilayangkan hingga tiga kali. Hanya saja, teguran itu tidak diindahkan. 

"Penyegelan ini kami lakukan sesuai prosedur. Harapan kami, tower yang belum berizin segera mengurus, kalau tidak akan kami segel," pungkasnya.


(SAN)