Pemudik Terminal Tirtonadi Bisa Manfaatkan Layanan di Dua Posko Kesehatan

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 09 Jun 2018 14:13 WIB
Mudik Lebaran 2018
Pemudik Terminal Tirtonadi Bisa Manfaatkan Layanan di Dua Posko Kesehatan
Layanan relaksasi dan istirahat di salah satu posko kesehatan di Terminal Tirtonadi, Kota Solo, Jawa Tengah.

Solo: Sabtu, 9 Juni 2018 atau tepatnya H-6 lebaran, ribuan pemudik bus mulai memadati Terminal Tirtonadi, Solo. Guna memastikan pelayanan kesehatan pemudik, dua posko kesehatan disiapkan bagi pemudik jalur darat di Terminal Tipe A Tirtonadi.

Posko pertama, didirikan oleh BPJS Kesehatan. Tidak hanya melayani peserta JKN-KIS, posko ini memberi pelayanan bagi seluruh pemudik di Terminal Tirtonadi.

"Posko ini kami buka selama 24 jam sejak H-7 hingga H+7 lebaran," ungkap Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari, Sabtu, 9 Juni 2018.

Pemudik, lanjutnya, dapat menggunakan berbagai layanan kesehatan. Antara lain pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, fasilitas relaksasi dan istirahat serta memberi rujukan apabila dibutuhkan.

Andayani memgemukakan, posko dijaga oleh petugas BPJS Kesehatan, satu dokter serta dua paramedis. Posko juga menyiapkan ambulans jika ada pemudik yang mengalami kondisi darurat dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Tak hanya posko BPJS Kesehatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta pun mendirikan posko kesehatan di Terminal Tirtonadi. 



Posko kesehatan Pemkot Surakarta terletak di sisi selatan Terminal Tipe A Tirtonadi dan beroperasi selama 24 jam. Adapun tenaga medis yang disiagakan berasal dari beberapa puskesmas di Kota Solo.

"Setiap posko ada dokter dan perawat. Petugas posko berjaga dalam tiga shift selama masa angkutan lebaran," terang Ketua Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno mengungkapkan, Terminal Tirtonadi menjadi terminal tumpuan bagi pemudik yang datang dari barat, termasuk Jakarta. Perjalanan darat dengan durasi cukup panjang membuat pemudik lebih  membutuhkan layanan kesehatan.

Dia memprediksi, tahun ini sekitar 400 ribu pemudik akan datang di Terminal Tirtonadi pada puncak arus mudik. "Sedangkan jumlah busnya bisa mencapai 30 ribu pada saat puncak," kata dia.

Keberadaan dua posko kesehatan di Terminal Tirtonadi, lanjutnya, menjadi jaminan kenyamanan bagi pemudik. Sebab mereka tetap bisa mengakses layanan kesehatan dengan mudah saat mudik ke kampung halaman.


(ALB)