Pekerja Informal masih Digaji di Bawah UMK

Rhobi Shani    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:51 WIB
upah
Pekerja Informal masih Digaji di Bawah UMK
Gerbang Kabupaten Kudus sebagai Kota Kretek, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Kudus: Pemerintah menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2017. Namun di lain sisi, masih banyak perusahaan di Kudus, Jawa Tengah, belum menerapkan gaji sesuai UMK 2016.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus, Lutful Hakim, mengakui masih banyak perusahaan tak mematuhi UMK 2016. Pihaknya lalu memberikan sanksi pada perusahaan-perusahaan tersebut sesuai undang undang.

"Sanksi kami terapkan bagi yang melanggar. Meski sampai saat ini baru sebatas pembinaan," kata Lutful di Kudus, Rabu (23/11/2016).

Lutful mengatakan hasil evaluasi menyebutkan perusahaan yang belum memenuhi UMK 2016 berasal dari sektor informal. "Misalnya pelayan toko, atau perusahaan skala kecil atau UMKM," ungkap Lutful.

Saat ini, sebanyak 1.239 perusahaan beroperasi di Kudus. Itu terdiri atas perusahaan kategori besar sebanyak 173 perusahaan. Sedangkan perusahaan kategori sedang sekitar 540 perusahaan. Sisanya kategori perusahaan kecil. 
 
"Semua perusahaan tanpa terkecuali harus mematuhi ketentuan UMK," tandas Lutful.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan besaran UMK tahun 2017. UMK Kabupaten Kudus tahun 2017 sebesar Rp1.740.900 per bulan. Sebelumnya, UMK Kabupaten Kudus tahun 2016 hanya Rp1.608.200 per bulan.

Berkait kenaikan UMK tersebut, Lutful mengimbau seluruh perusahaan di Kota Kretek mematuhi keputusan besaran UMK 2017. Tapi jika perusahaan tidak mampu membayar upah sesuai UMK, perusahaan bisa mengajukan permohonan penangguhan pembayaran UMK 2017.



(RRN)