Sosiolog UGM: Aksi Bela Islam Tak akan Pecah NKRI

Patricia Vicka    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:31 WIB
unjuk rasa
Sosiolog UGM: Aksi Bela Islam Tak akan Pecah NKRI
Aksi Bela Islam II pada 4 November lalu, di Jakarta. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Aksi Bela Islam III yang dilaksanakan 2 Desember 2016 tak perlu dikhawatirkan. Sosiolog Universitas Gadjah Mada, Muhammad Najib, mengatakan perpecahan tidak akan terjadi hanya karena aksi ini. 

Sebab, menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan dan kesadaran kultural yang tinggi akan keberagaman 

"Kita negara dengan komunitas muslim terbesar, tapi juga paling majemuk. Saya yakin, walau Indonesia sedang diguncang konflik, tidak akan memecah NKRI," tuturnya, di sela-sela acara Diet Natalis, di UGM Yogyakarta, Rabu (30/11/2016). 

Hal serupa ditegaskan Ketua Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS) UGM, Zainal Abidin Bagir. Menurutnya, masyarakat dan pemerintah, telah berpengalaman menyelesaikan konflik keberagaman. 

Ia juga mengatakan Indonesia sudah terbiasa menghadapi konflik sensitif seperti perbedaan ras, suku, dan agama. "Buktinya kita berhasil menghadapi masalah SARA besar seperti konflik di Poso dan Ambon," tuturnya. 

Menurutnya, aksi Bela Islam hanyalah sebagian kecil dari permasalahan yang ada di masyarakat yang muncul ke permukaan. 

Ia berharap aksi ini dijadikan momentum dan peringatan pemerintah untuk merawat bineka tunggal ika agar tidak luntur.

Aksi Bela Islam III akan dipusatkan di silang Monumen Nasional, Jakarta, 2 Desember. Aksi ini hanya akan diisi istigosah dan salat Jumat bersama.


(UWA)