Produk IKM Tegal Tembus Pasar Asia

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 25 Aug 2017 20:27 WIB
umkm
Produk IKM Tegal Tembus Pasar Asia
IKM Tegal memamerkan produk komponen kapal yang telah sertifikasi BKI, di Kemayoran, Jakarta. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Produk Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mulai tembus di Pasar Asia. Hal itu terungkap saat menjadi salah satu peserta pameran Jiexpo Kemayoran di Jakarta pada 23-25 Agustus 2017. Pameran yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian RI itu, menghadirkan ratusan produk dari seluruh negara di Asia.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kabupaten Tegal, Bambang Sutanto mengatakan, agenda tahunan pameran produk kerajinan IKM yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian, bertujuan untuk mengembangkan industri di daerah. Kabupaten Tegal yang setiap tahun diundang untuk memamerkan hasil kerajinan masyarakat, tahun ini mengirimkan produk komponen kapal.
 
"Tahun ini, kami mengirimkan hasil kerajinan komponen kapal milik UD Setia Kawan Desa Kebasen, Kecamatan Talang. IKM ini telah memiliki sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat, 25 Agustus 2017. 
 
Menurut dia, sertifikasi BKI merupakan salah satu syarat bisa mengikuti pameran Jiexpo Kemayoran. Dengan pameran itu, diharapkan produk komponen kapal asal Tegal bisa masuk galangan kapal di tingkat Asia. Selama ini, komponen kapal asal Tegal baru menyuplai galangan kapal di sejumlah wilayah Indonesia, seperti halnya Daya Radar Utama Jakarta, Janata Marina Indah Semarang, Dok Koja Bahari Jakarta, Sanur Tegal dan beberapa galangan kapal lainnya.
 
"Ini kesempatan untuk mengembangkan pemasaran produk komponen kapal di dunia internasional," ujarnya.
 
Dia mengemukakan, komponen kapal di Kabupaten Tegal yang telah lolos sertifikasi BKI hanya ada 3 dari 9 komponen yang ada. Diharapkan, kedepan semua komponen kapal bisa mendapatkan sertifikasi BKI. Sementara itu, produk Tegal juga telah memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang akan diberlakukan pada IKM di seluruh Indonesia dalam waktu dekat.
 
"Saat ini, Indonesia tengah menyongsong TKDN. Artinya, konten lokal yang digunakan untuk bahan baku harus 70 persen," terangnya.
 
Dia menambahkan, Pemkab Tegal selama ini telah banyak menfasilitasi IKM Tegal dalam memamerkan produknya. Tidak hanya di tingkat lokal, tapi dipamerkan di tingkat nasional dan internasional. 



(ALB)