Yogya Tetap Pakai Aturan Lama Taksi Online

Patricia Vicka    •    Kamis, 24 Aug 2017 11:40 WIB
taksi onlinepolemik taksi online
Yogya Tetap Pakai Aturan Lama Taksi <i>Online</i>
Demonstrasi sopir taksi di kantor Dishub DIY beberapa waktu lalu. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Mahkamah Agung membatalkan 14 poin dalam Permenhub No 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Keputusan itu diklaim akan berlaku dalam tiga bulan ke depan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan keputusan MA berlaku tiga mendatang, 1 November 2017. Sejalan dengan itu, 14 pasal yang dibatalkan tetap berlaku dalam tiga bulan ke depan hingga ada aturan baru lagi.

Mengacu hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Darat pada Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Harry Agus Triyono, mengimbau para mitra pengemudi taksi online tetap mengurus perizinan. Perlunya, agar bisa tetap beroperasi mengambil penumpang. 

Baca: Putusan MA Bikin Biaya Taksi Online Kembali Murah

Dishub DIY juga masih menerima permintaan rekomendasi izin. Seperti izin kelayakan, prinsip, dan uji Kir. "Ada tiga perusahaan yang sudah minta izin. Salah satunya Inkopool. Yang lainnya saya lupa,” katanya melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis, 24 Agustus 2017.

Harry menyebutkan, taksi online di Yogyakarta juga harus mentaati aturan lainnya. Seperti, tarif batas atas Rp6.000 dan batas bawah Rp3.500 per kilometer. Termasuk, pembagian zonasi pengambilan penumpang, dan standar minimum kapasitas mobil 1.300 cc.

Di sisi lain, Harry berharap Kementerian Perhubungan bisa secepatnya memberikan arahan untuk meredakan konflik dan gesekan antar pengemudi taksi.
 
Keputusan pembatalan 14 pasal PM 26/2017 termaktub dalam putusan bernomor 37/P/HUM/2017. Perkara diputuskan pada 20 Juni 2017 dan diumumkan pada 10 Agustus 2017 di situs resmi MA.




(SAN)