SMA di Solo Tetap Jalankan Sekolah Lima Hari

Pythag Kurniati    •    Jumat, 08 Sep 2017 11:24 WIB
pendidikan
SMA di Solo Tetap Jalankan Sekolah Lima Hari
epala Sekolah SMAN 6 Solo, Agung Wijayanto. Foto: MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) semakin memperjelas dasar hukum pelaksanaan program sekolah lima hari. SMA Negeri 6 Solo pun memilih tetap menjalankan kebijakan lima hari sekolah yang mereka berlakukan sejak Juli 2017.

“Perpres ini justru memantapkan kami mengenai dasar hukum sekolah lima hari setelah sebelumnya Permendikbud Nomor 23 sempat di-hold atau dinyatakan belum diberlakukan,” ungkap Kepala Sekolah SMAN 6 Solo, Agung Wijayanto saat ditemui di kantornya, Jumat 8 September 2017.

Dia menyebut sudah menjalankan program sekolah lima hari setelah keluarnya edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Agung bersyukur Perpres PPK ini segera terbit sehingga tidak ada lagi polemik yang muncul soal hari sekolah ini.

Agung menambahkan, proses peralihan sekolah enam hari menjadi lima hari di sekolah menengah sudah mendapat dukungan dan persetjuan dari orang tua murid dan komite sekolah.

Sarana dan prasana memang menjadi salah satu hambatan utama dalam menjalankan lima hari sekolah. Namun Agung mengklaim sekolahnya mampu dari segi sarana dan tenaga pendidik.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menandatangani Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Perpres tersebut sekaligus mengubah kewajiban lima hari sekolah.

Kebijakan lima hari sekolah harus mempertimbangkan beberapa aspek. Antara lain kecukupan pendidik, ketersediaan sarana prasarana, kearifan lokal, pendapat tokoh masyarakat dan atau tokoh agama di luar komite sekolah atau madrasah.

Perpres juga berbunyi ketentuan hari sekolah diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan komite sekolah atau madrasah. Hal ini termaktub di Pasal 9 Perpres 87.


(SUR)