Pelajar di Yogyakarta Menolak Divaksin Rubella

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 28 Jul 2017 13:47 WIB
imunisasi
Pelajar di Yogyakarta Menolak Divaksin Rubella
(Foto: Telequebec)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Siswa di delapan sekolah berbasis agama di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta, menolak imunisasi Meales Rubbela (MR). "Kami belum tahu pasti penyebabnya," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Lutfi Hamid, Jumat, 28 Juli 2017. 

Seluruh siswa penolak imunisasi adalah siswa sekolah swasta tingkat SD hingga SMP. Mereka, menurut Lutfi, cemas vaksin barang haram. Mereka juga berdalih manusia memiliki sistem kekebalan tubuh. 

Padahal, lanjut Lutfi, virus selalu berkembang dari waktu ke waktu. Kemenag Yogyakarta juga memastikan jaminan kelayakan vaksin imunisasi, baik dari aspek kehalalan dalam konteks keagamaan serta dengan asas transparansi. 

"Imunisasi penting bagi anak-anak. Ketahanan tubuh mereka belum sama dengan orang dewasa," kata dia. 

Lutfi menyatakan sedang melakukan pendalaman atas penolakan imunisasi oleh siswa di sekolah itu. Salah satu yang dilakukan yakni melakukan penggalian informasi ke delapan sekolah yang bersangkutan. 

Selain itu, pihaknya juga menanyakan ke petugas kesehatan atau Dinas Kesehatan apakah penolakan itu menjadi yang pertama kali atau sudah pernah terjadi sebelumnya. "Perlu ada upaya yang progresif untuk memberikan penyadaran," ungkapnya. 

Ia juga belum bisa memastikan apakah penolakan itu berkaitan dengan keberadaan kelompok radikal atau faktor lain. Lutfi menegaskan pihaknya bakal mengupayakan sepenuhnya seperti dalam hal penanggulangan narkoba. 

"Kami belum identifikasi jauh soal itu. Kami masih mencari data-data," ujarnya. 


(ALB)