Pansus Penggusuran Pedagang Sarkem akan Dibentuk

Patricia Vicka    •    Kamis, 03 Aug 2017 17:40 WIB
yogyakarta
Pansus Penggusuran Pedagang Sarkem akan Dibentuk
Paguyuban Manunggal Karso mengadu nasib ke DPRD Kota Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogayakarta: Puluhan pedagang di sekitar Stasiun Tugu atau Jalan Pasar Kembang (Sarkem) yang tergusur mengadu ke DPRD Kota Yogyakarta.  Mereka yang tergabung dalam Paguyuban Manunggal Karso minta anggota dewan mendesak Pemkot dan PT KAI mencari solusi atas kelanjutan hidup mereka.

Sebulan usai penggusuran, masalah ini belum menemukan titik temu. Malahan Wali Kota Yogyakata Haryadi Suyuti menerbitkan Perwal 15/2017 yang berisi penghapusan status Pasar Kembang dari daftar pasar tradisional Yogyakarta.

Baca: Pedagang Sisi Selatan Stasiun Tugu Digusur

"Dengan adanya perwal itu, kartu bukti pedagang (KBP) yang kami punya otomatis hangus dan tak berlaku. Ini bentuk arogansi dan ketidakpedulian pemerintah pada nasib kami," tutur Ketua Paguyuban Manunggal Karso, Rudi Tri Purnama, di Kantor DPRD Kota Yogyakarta, Kamis, 3 Agustus 2017.

Para pedagang yang didampingi anggota Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, meminta legislator mendesak Pemkot dan KAI memberikan kompensasi atau lahan relokasi. Jika tidak, Paguyuban Manunggal Karso akan mengugat Wali Kota Haryadi Suyuti ke pengadilan.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Nasrul Khoiri, mengatakan, pihaknya akan mendesak pimpinan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mencari solusi atas polemik ini.

Baca: Pemkot dan KAI Saling Lempar soal Relokasi Pedagang Sarkem

Namun sebelum dibentuk, pihaknya akan memanggil Disperindag dan wali kota untuk menjelaskan duduk perkara. Jika jawabannya tidak memuaskan, pansus layak dibentuk.

"Penggusuran lalu menerbitkan perwal dan menghapus KBP itu yang harus dicermati serius. Kami akan panggil Disperindag dan wali kota dalam waktu dekat," ujar Nasrul.

Baca: PKL Sarkem Laporkan Dugaan Maladministrasi KAI ke ORI DIY

Pembongkaran terhadap 70 kios di sisi selatan Stasiun Tugu Yogyakarta dilakukan pada Rabu, 5 Juli 2017. PT KAI Daop VI Yogyakarta menganggap kios tidak berizin. Penertiban seiring rencana pemda merevitalitasasi kawasan Malioboro. Lokasi Stasiun Tugu, Jalan Pasar Kembang bersinggungan dengan Jalan Malioboro.


(SAN)