Mahfud MD Sebut Penegak Hukum Punya Dua PR Besar di 2018

Patricia Vicka    •    Rabu, 03 Jan 2018 16:53 WIB
penegakan hukum
Mahfud MD Sebut Penegak Hukum Punya Dua PR Besar di 2018
Mantan Ketua MK Mahfud MD -- ANT/Syaiful Arif

Yogyakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud M.D. menilai penegak hukum di Indonesia punya dua pekerjaan rumah (PR) pada 2018. Masing-masing yaitu penyelesaian kasus penyiraman penyidik Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan mega korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) yang menyeret mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

"Kasus Novel masih akan jadi isu hangat penegakkan hukum di 2018. Sedangkan, kasus KTP-el diprediksi tambah memanas," kata Mahfud di Yogyakarta, Rabu, 3 Januari 2018.

Mahfud memprediksi, kasus korupsi mega proyek KTP-el masih akan memunculkan tersangka baru selain Setya Novanto. "Ada banyak pihak yang berperan dan banyak yang kena," lanjutnya.

Sementara, perkembangan kasus Novel Baswedan akan terus menjadi perhatian. Masyarakat menduga pelaku penyiraman air keras masih berhubungan dengan koruptor yang dijerat KPK.

"Penyelesaian kasus ini bisa menunjukkan komitmen aparat penegak hukum, terutama Kepolisisan, untuk memberantas korupsi," tegas Mahfud.

Menurut Mahfud, kasus Novel dikhawatirkan akan merembet dan memicu kasus-kasus serupa jika terus dibiarkan. Ia yakin, polisi sebenarnya bisa dengan mudah mengungkap kasus ini dengan profesional.

"Selama ini polisi profesional bisa mengungkap pelaku pembunuhan atau kekerasan walaupun minim petunjuk, misal kasus Dimas Kanjeng. Masa kasus Novel tidak bisa," pungkasnya.


(NIN)