Golkar DIY Desak Munaslab untuk Ganti Novanto

Patricia Vicka    •    Selasa, 21 Nov 2017 13:42 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Golkar DIY Desak Munaslab untuk Ganti Novanto
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Yogyakarta: Pasca ditahan oleh KPK, Ketua DPR Setya Novanto bersedia mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Mucul wacana posisi Setnov akan digantikan oleh pelaksana tugas (Plt).
 
Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman menilai jabatan Ketua Umum tak perlu diserahkan ke Plt. Mereka justru mendukung pemilihan ketua umum baru lewat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
 
“Tak ada pilihan lain, pemilihan ketua umum harus melalaui mekanisme Munaslub. Diluar itu illegal,” tegas Gandung melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa 21 November 2017.
 
Pemilihan Ketum melalui Munaslub harus segera mungkin dilaksanakan. Sebab ia khawatir kekosongan jabatan akan disalah guna sejumlah pihak untuk saling memperbutkan kekuasaan dan memecah belah anggota partai.

(Baca:  DPR bakal Bahas Pengganti Novanto)

Ia tidak ingin konflik terus dibiarkan dalam internal Golkar. “DPP Golkar jangan sembrono dalam masalah ini. Kekosongan Ketum jangan sampai jadi  bancakan (kesempatan) orang-orang rakus. Sehingga Golkar akan terpecah pecah,” tutur Anggota DPR RI periode 2009-2014 ini.
 
Ia mengaku melihat pembentukan kubu-kubu di internal partai berlambang pohon beringin. Kubu-kubu ini berusaha merebut kursi kekuasaan partai.

“Saya lihat nanti itu ada upaya agar tidak ada munas. Tapi hanya dengan Plt sampai 2019. ini yang jadi masalah malah memecah belah sesama anggotanya,” tutupnya.
 
(Baca: Novanto Mengaku Ikhlas Diganti)

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat pleno hari ini Selasa 21 November 2017. Dua agenda dalam rapat pleno hari ini adalah membahas pengganti Novanto sebagai Ketua DPR RI dan Ketum Partai sekaligus memutuskan penarikan Setnov dari DPR.
 
Beberapa nama santer bermunculan sebagai calon kuat pengganti Setnov diantaranya Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

 


(SUR)